NU Dan ASWAJA Garis Lurus Dukung Penuh Ustadz Idrus Ramli Calonkan Diri Jadi Ketum PBNU

Shortlink:

image

Foto wawancara NUGarisLurus.com dengan tokoh ASWAJA Garis Lurus KH. Luthfi Bashori

Malang – Belum lama ini kami berhasil mewancarai Dewan Pakar ASWAJA Center Jatim Ustadz Muhammad Idrus Ramli yang menyatakan siap di caĺonkan dalam bursa Ketua Umum PBNU dalam muktamar NU Agustus mendatang.

Dukungan penuh untuk beliau di berikan oleh tokoh ASWAJA Garis Lurus KH. Luthfi Bashori yang juga pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Singosari Malang Jawa Timur. Berikut wawancara kami dengan beliau;

NUGarisLurus.Com: Bagaimana menurut Gus Luthfi fenomena yang anda lihat tentang Nahdliyyin dan kepengurusan PBNU mendatang menghadapi Muktamar yang sudah semakin dekat?

KH. Luthfi Bashori: Saya pribadi sering merasa was-was dengan kondisi NU dewasa ini. Apakah dengan pelaksanaan Muktamar di Jombang ini, ke depan NU akan semakin baik, atau semakin menjadi organisaai liberal dengan tanpa ada batasan lagi.

Hal ini mengingat banyaknya tokoh NU yang berpaham liberal, mereka terakomodir dan aktif berkiprah dalam struktural Jam’iyyah NU, baik di pusat maupun di daerah.

NUGarisLurus.com: Tokoh NU yang sebaiknya memimpin Nahdliyyin dan masuk struktural kriterianya bagaimana?

KH. Luthfi Bashori: Kewajiban seluruh pengurus Jam’iyyah NU adalah kembali merujuk kepada isi Qanun Asasi (AD/ART) Jam’iyyah NU, serta wajib mengamalkan ajaran pendiri NU, yaitu Hadlratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, dan minimal dalam beraqidah wajib merujuk kepada Risalah Ahlis Sunnah wal Jamaah yang ditulis sendiri oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Jika  berbicara jujur, maka para pungurus NU yang berseberangan dengan ajaran KH. Hasyim Asy’ari, minimal yang termaktub dalam Risalah Ahlis Sunnah wal Jamaah, tiada lain mereka telah berkhianat kepada para pendiri Jam’iyyah.

Jadi, sungguh aneh jika ada orang NU yang berkhianat kepada KH. Hasyim Asy’ari dan para pendiri NU lainnya, namun masih dipertahankan untuk menjabat kepengurusan dalam Jam’iyyah NU.

NUGarisLurus.Com: Bagaimana dengan beberapa tokoh yang memimpin dan mengemuka sebagai calon Pimpinan PBNU saat ini?

KH. Luthfi Bashori: Bagi tokoh yang terlibat ‘perselingkuhan’ dengan pihak Syiah (Iran), Wahhabi (Saudi) dan Liberalisme (Orientalis Barat), maka sudah seharusnya dima’zulkan dari kepengurusan NU.

NUGarisLurus.com: Beberapa waktu lalu kami mewancarai Ustad Idrus Ramli dan beliau bersedia mencalonkan diri. Bagaimana menurut Gus Luthfi?

KH. Luthfi Bashori: Setahu saya, Ustadz Idrus Romli itu adalah salah satu tokoh muda NU yang sangat loyal kepada aturan Qanun Asasi (AD/ART) NU, serta ajaran Aswaja sesuai pemahaman KH. Hasyim Asy’ari.

Jika Ustadz Idrus Romli mau dicalonkan/mencalonkan diri, tentu akan membawa angin segar bagi kelangsungan aqidah warga NU ke depan.

Sepintas, memang Ustadz Idrus Romli jauh lebih layak menjadi Ketua Umum PBNU dibanding calon-calon yang saat ini mengemuka, khususnya jika ditinjau dari segi keilmuan syariatnya serta kehati-hatiannya dalam memilih aqidah  Ahlis Sunnah wal Jamaah.

NUGarisLurus.com: Harapan Gus Luthfi untuk NU mendatang menjelang dan setelah Muktamar?

KH. Luthfi Bashori: Jika Ustadz Idrus Romli ditakdirkan menjadi Ketua Umum, diharapkan segera dapat membersihkan pengurus PBNU serta pengurus daerah dari figur-figur yang berpaham Liberal, pembela Syiah dan pembela Wahhabi, serta figur-figur pengurus NU yang kerap menjual NU kepada para politikus maupun para konglomerat hitam yang dapat merusak aqidah islamiyyah.

“Kembalikan NU kami kepada GARIS LURUS. Garis yang telah disepakati oleh para pendiri NU, bukan garis penyimpangan yang dilakukan oleh para oknum di jaman sekarang”.


Artikel Terkait