Nasehat Mantan Wahabi Dan Pujian Untuk Rais Akbar NU

Shortlink:

ahmad sarwatUstadz Ahmad Sarwat L.C adalah salah seorang ulama muda yang dulu terang -terangan mengaku pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri Wahabi). Sekarang ini, ilmu beliau beranjak luas dan mulai luas mengakui pentingnya bermazhab fiqh. Selain itu beliau juga memberikan nasehat yang dalam buat para pemuda salafy wahabi serta memuji Rais Akbar NU Hadhratu Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Berikut pengakuannya;

Sayang sekali pemuda kita lebih mengenal Bin Baz, Utsaimin dan Al Albani ketimbang ulama negerinya sendiri. Padahal Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari bukan sekedar ulama biasa, beliau pernah menjadi ulama dan imam di masjid Al-Haram Mekkah, menggantikan gurunya, Al-Khatib Al Minangkabawi.

Bung Karno, Panglima Besar Jendral Soedirman bahkan Bung Tomo yang terkenal dengan pekik Allahu Akbar dalam sejarah, merasa harus memohon restu dan fatwa dari beliau dalam setiap langkah melawan penjajah.

wpid-11010541_10205524585968802_6827945827324129650_n.jpg

Ahmad Sarwat Dan Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang (Sumber : Ust. Ahmad Sarwat L.C)

Resolusi Jihad melawan penjajah lahir dari fatwanya. Perang membela tanah air adalah jihad fi sabilillah adalah fatwanya yang lain.

Di zamannya, beliau berfatwa untuk mengharamkan pakai dasi dan jas karena mengikuti (tasyabbuh) dengan orang kafir (Belanda).

Bukan hanya pendiri dan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama saja, bahkan beliau adalah ketua Masyumi yang pertama, sebuah gerakan yang menyatukan seluruh umat Islam se Indonesia.

Muridnya adalah para kiyai dan pimpinan pondok pesantren se-Jawa dan Madura. Karyanya dalam bidang ilmu agama amat banyak. Dan beliau adalah ulama yang bergelar pahlawan nasional. Nama beliau diabadikan menjadi nama salah satu jalan di banyak kota di Indonesia, termasuk di Jakarta.

 


Artikel Terkait