Mengenal Jatidiri JIL, JIN & GSI

Shortlink:

image

Oleh. KH. Luthfi Bashori

Sebagaimana Allah menjelaskan bahwa IBLIS adalah bagian dari bangsa JIN yang fasik, hal itu disebutkan: Kaana minal jinni, fafasaqa `an amri rabbihi, artinya konon Iblis itu dari bangsa JIN yang fasiq terhadap perintah Tuhannya. Sedangkan Iblis itu sendiri tiada lain adalah SETAN senior.

Dalam Alquran diterangkan, bahwa di antara JIN itu ada yang beriman, juga ada yang kafir, sesuai dengan apa yang tertera pada surat Al-Jin, ayat 14. Adapun Golongan JIN yang kafir disebut SETAN. Mereka takut pada manusia. Mereka makhluk lemah. Suka mencari rahasia langit (hal ghaib), tetapi mereka diusir dengan panah api. (sumber: surat Al-Jin: 8-9).

IFRIT juga termasuk golongan JIN. Nama Ifrit dijelaskan di dalam Alquran yaitu dalam kisah Nabi Sulaiman AS, yang mana pada suatu hari burung hud-hud lapor kepada Nabi Sulaiman AS, bahwa di negeri Saba` ada seorang ratu yang bernama Bilqis, ia mempunyai istana paling megah di seluruh dunia, hingga ringkas cerita Nabi Sulaiman memindahkan istana tersebut. Nah, salah satu yang menawarkan jasa kepada Nabi Sulaiman AS untuk memindahkan istana Bilqis itu adalah IFRIT. Adapun Ifrit itu adalah bangsa JIN yang selalu melakukan pekerjaan tipu daya yang keji. IFRIT juga menurut satu riwayat, pernah mencuri cincin mutiara Nabi Sulaiman AS.

Persatuan di kalangan bangsa JIN kafir, baik itu tentara IBLIS, tentara IFRIT dan tentara SETAN telah tersusun secara sistematis dan kuat. Bahkan sudah sejak jaman dahulu kala hingga kapan pun kerjasama mereka ini tetap terajut dengan rapi, mereka telah memiliki JARINGAN maupun JEMAAT yang sangat solid, tentunya dalam kaitan mengerjakan proyek bersama MENGGODA hingga MENJERUMUSKAN umat manusia dalam kesesatan yang nyata.

Buktinya, baik yang namanya “JARINGAN IBLIS LIBERAL (JIL)’  maupun “JEMAAT IFRIT NUSANTARA (JIN)” atau bahkan “GEROMBOLAN SETAN INTERNASIONAL (GSI)’ akan terus menebarkan jurus-jurus MAKSIAT FISIK, MAKSIAT HATI, MAKSIAT ILMU hingga MAKSIAT AQIDAH, dalam menjerat mangsa sebanyak-banyaknya, yaitu manusia-manusia yang lemah imannya.

Tak peduli dari kalangan awwam, terpelajar, cendekiawan, kalangan santri, ustadz, kyai, tokoh masyarakat, kalangan miskin, orang kaya, rakyat jelata maupun para pejabat sekalipun, mereka inilah sasaran empuk bagi pekerjaan utama kelompok JIL, JIN maupun GSI.

Tujuannya tiada lain, agar umat manusia itu selalu mengikuti jejaknya, yaitu semakin menjauh dari ajaran Syariat Islam yang diturunkan oleh Allah kepada seorang Rasul yang berbangsa Arab, dan berbahasa arab serta berbudaya Arab, Nabi Muhammad SAW.

Diceritakan bahwa setiap datang waktu pagi, Iblis menyebarkan pasukannya di muka bumi. Ia berkata, “Barang siapa yang berhasil menyesatkan seorang muslim, aku pakaikan mahkota padanya.”

Kemudian seorang tentara dari golongan setan berkata, “Aku terus menggoda si Fulan hingga ia menceraikan istrinya.”

Iblis berkata, “Tapi orang itu, sudah hampir kawin lagi?.”

Setan yang lain berkata, “Aku terus menggoda si Fulan hingga ia mendurhakai orang tuanya.”

Iblis berkata, “Sayangnya, ia sudah hampir berbakti lagi.”

Setan yang lain berkata, “Aku terus menggoda si Fulan hingga ia  berzina.”

Iblis berkata, “Engkau berhasil dengan baik.”

Setan yang lain berkata, “Aku terus menggoda si Fulan hingga ia minum khamar.”

Iblis berkata,” Engkau hebat, engkau berhasil.”

Setan yang lain berkata, “Aku terus menggoda si Fulan hingga ia membunuh.”

Iblis berkata, “Engkau berhasil, engkau berhasil dengan sangat memuaskan.”

Jadi, hakikat pekerjaan utama kelompok JIL, JIN, GSI ini adalah bagaimana cara mereka untuk dapat menjauhkan umat manusia dari ajaran Syariat Islam yang benar, bahkan selalu berupaya menanamkan Islamphoby di dalam hati umat Islam.

Setelah mengenal jatidiri JIL, JIN dan GSI, maka umat Islam wajib hukumnya untuk menjauhi mereka sejauh-jauhnya, agar tidak terjerumus dalam strategi permainan serta rekayasa mereka untuk menjerat mangsa melalui jaringan-jaringannya.

Wallahu Alam


Artikel Terkait