Ini Pujian Rois PCNU Batam KH. Utsman Ahmad Kepada Calon Ketum PBNU KH. Muhammad Idrus Ramli

Shortlink:

image

image

Foto kiri: KH. Utsman Ahmad beserta keluarga. (Dokumen nugarislurus.com)

BATAM – Menjelang muktamar NU awal Agustus nanti, Ustadz Idrus Ramli termasuk calon Ketua Umum PBNU yang mengemuka dan fenomenal. NUGarislurus.Com berkesempatan mewancarai Rois Syuriah PCNU Batam Kepri KH Utsman Ahmad tentang sosok Ustadz Idrus Ramli dan suasana internal menjelang muktamar NU di Jombang.

Menurut KH. Utsman yang juga ketua MUI Batam ini, hubungan pengurus NU daerah dengan NU pusat agak tersendat.

“Hubungan agak tersendat”. Kata Kyai Utsman kepada NUGarisLurus.Com, Jum’at 12 Juni 2015.

Mengenai simpang siur tentang penjualan tanah milik NU Batam, KH. Utsman menjelaskan bahwa pelakunya adalah   salah seorang pengurus PBNU.

“Masalah yang terjadi adalah tanah yang di jual oleh oknum PBNU, “Katanya.

Mengenai sosok Ustadz Idrus Ramli sebagai calon ketua Umum PBNU yang di kenal setia kepada Qonun Asasi, KH. Utsman memberikan tanggapan dan pujiannya.

“KH. Idrus Ramli adalah tokoh jenius yang menguasai permasalahan dan termasuk kandidat yang diperhitungkan”, Kata Kiai Utsman.

“KH. Idrus Ramli orang yang cukup cerdas, tahu persoalan Islam pada umumnya dan persoalan organisasi pada khususnya, “Lanjutnya memberikan pujian.

Kriteria Sosok Pemimpin NU

KH. Utsman Ahmad memberikan penjelasan panjang lebar saat di tanya tentang kriteria yang pas untuk calon pemimpin NU.

Menurutnya, Kriteria sosok pemimpin NU masa depan, pertama harus teguh mempertahankan Qonun Asasi dan Aswaja. Kedua, memandang persoalan tidak boleh politik yang menjadi ukuran tetapi aqidah yang harus di pertimbangkan. Ketiga, pemimpin harus bersih dan tidak terkontaminasi dengan paham sesat, karena sangat berpengaruh kepada pengurus daerah P.W dan P.C dengan terjadi ketidaksepahaman dalam menetapkan yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar.

Terakhir KH. Utsman Ahmad berpesan bahwa fenomena warga NU itu tergantung pemimpinnya, Yaitu para pemimpin yang betul -betul dapat menyelamatkan kemurnian aqidah dengan tujuan terjaminnya ukhuwwah karena persamaan aqidah sebagai modal utama untuk wujudnya Islam Rahmatan Lil ‘Aalamiin.


Artikel Terkait