Wahabi Haramkan Maulid, Tapi Wajibkan Peringati Kelahiran Pendirinya

Shortlink:

Pada abad kedua belas Hijriah, muncul Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi, pendiri Wahabi. Kerajaan Saudi Arabia menggelar acara Usbu’ Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab an-Najdi (pekan pendiri Wahabi), setiap tahun yang digelar di Riyadh. Lalu apa bedanya hal tersebut dengan Maulid Nabi SAW, Haul dan lain-lain???

Syaikh Ibnu Baz, pada juz 1 halaman 178, beliau mengharamkan dan membid’ah sesatkan perayaan maulid. Tapi pada juz 1 halaman 382, dia berkomentar tentang acara tahunan wahabi yang berjudul Usbu’ al-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab (sepekan kewajiban mengenang dan menghayati sejarah perjalanan hidup dan jihad Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab), dia mewajibkan. Dia berkata:




ﻛﻠﻤﺔ ﻓﻲ ﺃﺳﺒﻮﻉ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺭﺣﻤﻪ
ﺍﻟﻠﻪ
ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻹﺧﻮﺓ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ, ﺇﻥ ﺍﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻟﺪﺭﺍﺳﺔ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﺴﻠﻒ
ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻭﻣﻨﻪ ﺩﻋﻮﺓ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ,
ﻭﺗﻌﺮﻳﻒ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻬﺎ, … ﺃﻣﺮ ﻭﺍﺟﺐ ﻭﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ ﺍﻟﻘﺮﺏ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ; ﻷﻧﻪ ﺗﻌﺎﻭﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻴﺮ, ﻭﺗﺸﺎﻭﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ,
ﻭﺑﺤﺚ ﻟﻠﻮﺻﻮﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻷﻓﻀﻞ, ( ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﺑﻦ ﺑﺎﺯ، ﻣﺠﻤﻮﻉ
ﻓﺘﺎﻭﻯ ﻭﻣﻘﺎﻻﺕ ﻣﺘﻨﻮﻋﺔ، ﺝ 1 ﺹ 382 ).

Prakata Tentang Sepekan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Saudara-saudara yang mulia. Sesungguhnya berkumpul untuk mempelajari madzhab salaf yang saleh, antara lain mempelajari dakwahnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan mengenalkannya kepada masyarakat … adalah perkara yang wajib dan termasuk ibadah sunnah yang paling agung kepada Allah, karena sesungguhnya hal itu tolong menolong atas kebaikan, tukar pikiran dalam kebaikan dan kajian untuk mencapai pada yang lebih utama.” (Ibn Baz, Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 1 hlm 382).

Coba perhatikan fatwa di atas, berkumpul untuk mempelajari perjalanan hidup dan dakwah pendiri wahabi termasuk wajib dan ibadah yang paling agung. Mengapa memperingati kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam malah bid’ah dan haram. Alangkah konyolnya mufti wahabi tersebut dalam berfatwa.”

Dikutip dari KH Idrus Ramli, Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur


Artikel Terkait