Tentang Foto Usang Gus Dur Dan Isyarat Penggal Leher Dari Sayyid Muhammad

Shortlink:

image

Banyak yang salah mengartikan Abuya Sayid Muhammad Alawi Al Maliki dekat dengan Gus Dur gara -gara foto ini. Bagi kami ini adalah foto usang, foto yang menggambarkan betapa tinggi akhlak abuya. Beliau memuliakan setiap tamu yang berkunjung kerumahnya. Apalagi saat itu Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU, ormas Islam terbesar di dunia. Jadi menjadi wajar kalau Abuya menghormatinya.

Kalau dengan foto tersebut menggambarkan betapa dekat Gus Dur dengan Abuya, Lalu bagaimana dengan foto -foto Gus Dur dengan Pastur Vatikan, Para Pendeta, Pemimpin Yahudi Israel, Pemimpin Syiah Iran, Pemimpin Amerika dan yang lainnya? Apa Gus Dur juga dekat dengan kesesatan dan kekafiran mereka? Kalau kesimpulannya seperti ini , Pasti sakit hati para Gusdurian…

Kalo ingin tahu sikap Abuya terhadap Gus Dur mestinya kita bertanya langsung terhadap beliau, Lihat komentar beliau, Atau tanya pada keluarga dan murid -muridnya yang ber- mulazamah setiap hari terhadap beliau.

Bertanya langsung sudah tidak mungkin, dan yang paling mungkin adalah kita melihat sikap murid -murid beliau Semisal KH Najih Maimun Sarang, KH Lutfi Bashori Malang , KH Hamid Baidhowi Lasem, KH Thoifur Mawardi Purworejo, KH Nasir Senori dll.

Bagaimana sikap para murid beliau ini? Ternyata Mereka semua berkonfrontasi dengan Gus Dur. Mereka kritik habis -habisan kesesatan Gus Dur. Mereka menganggap Gus Dur sudah jauh melenceng dari pakem Ahlussunah Wal Jama’ah.

KH Najih membuat buku yang mengupas kesesatan Gus Dur. Beliau adalah santri kesayangan Abuya, berkali-kali Abuya tidak mengizinkan Gus Najih pulang boyongan, Bahkan Abuya sempat menawarkan sepertiga hartanya untuk Gus Najih kalau mau menunda keboyonganya karena saking cintanya Abuya terhadap putra Kyai Maimun ini.

KH Hamid Baidhowi Lasem (alm) juga mengkritik Gus Dur lewat buku “kritikan untuk Gus Dur dan Said Aqil “. Bahkan beliau menyesali sikapnya yang pernah masuk PKB, partai besutan Gus Dur, Dan akhirnya beliau beserta kyai sepuh NU keluar dari PKB dan membuat PKNU, dan pada waktu itu juga Gus Zaim Lasem menulis buku “19 Alasan Para Kyai Mufaroqoh Dengan Gus Dur”. Kemudian di akhir usia, Beliau kembali ke PPP.

KH Lutfi Bashori di berbagai forum seperti seminar, bedah buku , dan pengajian juga lewat buku sering mengupas penyimpangan
penyimpangan gusdur. Begitu pula dengan Kyai Nashir dan Kyai Thoifur yang tidak sejalan dengan Gus Dur. Dan sebagai tambahan Gus Qoyum Lasem yang masih kerabat Mbah Sahal Mahfudz juga sering membuka kedok keliberalan Gus Dur dalam berbagai seminar.

Dituturkan dari sebagian santri Abuya, Ketika Abuya menyebut Gus Dur di sertai isarat tangan mengepal dengan jari tulunjuk mengacung di leher beliau ( Isyarat penggal leher Gus Dur ). Dan Itulah penilaian santri Abuya terhadap Gus Dur.

Apakah mungkin kalau Abuya hormat dengan Gus Dur, Namun para santrinya begitu benci terhadap kesesatan Gus Dur? Logikanya dimana? Seorang murid paling tidak pasti akan menyayangi orang yang di sayangi guru dan menghormati orang yang di hormati oleh guru.

Tinggalkan kefanatikan dan mari bersikap Objektif dan kritis. Ihdinasshirothol mustaqim!

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ …

#Klarifikasi Pembaca
Dari Ahfas Faishol:

Afwan ana meluruskan cerita ttg KH Hamid Baidhowi yg disebut pernah masuk di PKB. Yg benar beliau tdk pernah di PKB bahkan anti dng PKB.
Dan pada waktu para kyai mufaroqoh dng GusDur kemudian mendirikan PKNU pd saat itu beliau ikut membidani berdirinya PKNU.

Setelah PKNU tdk lolos PT beliau dan para kyai bergabung dng PPP sampai beliau wafat.


Artikel Terkait