Tafsir Al-Hijr 33-34: Artis Negeri Ini Sok Religious

Shortlink:

alhijr ayat 33

alhijr ayat 34“Wa inn jahannam lamau’iduhum ajma’in. Laha sab’ah abwab, likull bab minhum juz’ maqsum”. Neraka Jahannam mempunyai tujuh pintu yang disediakan untuk para penganut Syetan sesuai jenis kemaksiatan dan kedurhakaan masing-masing. Itu wajar dan masuk akal. Sebab di penjara kita sekarang juga ada kelas-kelas. Para penjahat ditempatkan sesuai kadar kejahatannya. Bedanya, manajer neraka tidak bisa dinego sehingga penjahat tidak bisa memilih kamar mana yang disukai, lagian tidak pula bisa melengkapi dengan perabot mewah lainnya seperti penjara di dunia.

Berkali-kali al-Qur’an menjelaskan soal hamba Allah yang mukhlis beribadah kepada-Nya. Amal perbuatannya selalu mengarah ketaqwaan. Berkali-kali pula Tuhan melarang agar tidak menganut ajakan syetan, baik itu berupa perbuatan jahat atau maksiat.

Perbuatan jahat yang dimaksud adalah menjahati orang lain, baik fisik maupun psikis, membunuh, merampas hak orang lain, mengkhianati amanah, mencuri, korupsi, merampok dan lain-lain.

Sedangkan perbuatan maksiat yang dimaksud seperti berzina, membuka aurat di depan umum, bergoyang erotis, memamerkan kemolekan tubuh, melombakan kecantikan dan sebagainya. Termasuk meminum minuman atau obat-obatan terlarang.

Sebodoh-bodoh orang islam, umumnya mengerti perbuatan maksiat di atas. Persoalannya adalah sejauh mana dia punya komitmen terhadap keimanan yang dipeganginya ketika bersinggunan dengan nafsu syaithaniah, seperti ingin tampil moderen, trendy sehingga berpakaian minim, aurat terbuka atau tanpa tutup kepala. Apalagi ketika keimanan harus bersinggungan dengan kepentingan, dengan profesi yang menghasilkan uang gede.

Artis penyanyi yang nafsu duitnya sangat tinggi dan komitmen keimanannya rendah pastilah tak malu-malu tampil erotis dan mengabaikan begitu saja aturan syari’ah yang mestinya wajib dipegangi. Dari sekian komentar para artis maksiat yang sempat muncul di televisi, “semuanya” tidak merasa bila tampilannya itu sebagai perbuatan maksiat yang berhukum haram dan dimurka Tuhan.

Yang lebih menggelikan, bila dia sukses tampil menggoyang publik, dielu-elukan penonton, termasuk mendapat banyak job, dia bersyukur “Alhamdulillah” kepada Allah, sekaligus menjadikan Allah sebagai pendukung dan pembenar dari apa yang dilakukan.

Mbok yo berpikir, “apa mungkin Allah yang melarang perbuatan maksiat, lantas Allah Sendiri membenarkan hamba-Nya berbuat maksiat?”.

Seorang cewek yang fotonya dijejerkan bersama Abraham Samad dan kini ramai dibicarakan merasa dirinya didukung Tuhan setelah menyabet dua gelar dalam lomba kecantikan dunia. Bahkan dengan bangganya memproklamirkan diri telah mengharumkan nama bangsa. Oke, tapi bangsa yang mana, umat yang mana yang namanya merasa diharumkan oleh prestasi maksiat macam itu?

Apakah lomba memamerkan tubuh, mempertontonkan kemolekan payudara, pinggul, betis, wajah di depan umum itu perbuatan yang harum menurut agama islam? Sementara penduduk negeri ini mayoritas beragama islam dan pedoman kepada al-Qur’an dan al-Hadis. Jika dia beragama islam, maka salah besar. Wanita muslimah sejati tidak akan mau mengikuti konten maksiat, karena malu di hadapan Tuhan.

Jadi menurut agama, apa yang anda raih itu sama sekali bukan mengharumkan nama Bangsa yang mayoritas beragama islam, justru membusukkan dan menajiskan. Nama umat islam seharusnya diharumkan dengan prestasi islami, bukan prestasi syaithani. Apalagi penyelenggara kontes maksiat itu bukan orang beriman. Begitu pula standar penilainnya yang merujuk keindahan yang dasarnya nafsu seksual, bukan ketaqwaan.


Artikel Terkait