POLA PIKIR WAHABI YANG SALAH KAPRAH

Shortlink:

Penulis: Abdullah

Orang-orang yang berzikir dianggap sesat sementara orang-orang yang berjudi atau mabuk-mabukan di kafe bebas dari cacian kelompok tersebut?

Jangan memaksa kami untuk kembali ke alquran dan assunah kepada muslim yang sudah beriman.

Jangan memaksa mengajarkan tri tauhid kepada muslim yang sudah bertauhid.

Wahabi bukan menyeru orang-orang kafir ke dalam Islam atau pun mengajarkan pokok-pokok ajaran Islam tapi justru meributkan hal-hal furu’iyah/khilafiyyah dsb yang akhirnya mengeluarkan vonis bahwa kelompok Muslim ini bid’ah, kelompok Muslim itu sesat. Merusak Persatuan Islam dan Ukhuwah Islamiyah.

Saya jadi teringat nasehat Ustad Ahmad Dairobi (PP Sidogiri)

“Diam-diam ternyata saya menyukai semangat FPI dalam memberantas kemunkaran. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam aksi mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang takut dan tak peduli dengan kemunkaran yang merajalela.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat dan ketulusan Jamaah Tabligh dalam meramaikan salat berjemaah di masjid. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam tindakan sebagian mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang tidak melakukan apa- apa saat tetanggaku banyak yang tidak salat.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat Hizbut Tahrir dalam membangun khilafah. Saya tahu, ada yang salah dalam sebagian konsep khilafah mereka. Namun, kesalahakanku yang tak mau berbuat apa-apa untuk penegakan syariat Islam, jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Diam-diam ternyata saya menyukai cara berpolitik orang-orang PKS. Saya tahu, mereka banyak dihuni oleh tokoh-tokoh di luar Nahdlatul Ulama; dan yang namanya partai politik pasti cukup banyak kesalahan oknum mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku memilih partai yang cenderung sekuler dan anti penerapan syariat Islam.

Bahkan, diam-diam ternyata saya juga suka dengan keberanian Al-Qaidah dalam melawan kezaliman politik Amerika dan Israel. Aku tahu, mereka melakukan beberapa kesalahan, tapi kesalahanku yang tidak peduli dengan nasib umat Islam jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Dan, dengan terang-terangan saya menyatakan sangat mengagumi Nahdlatul Ulama. Yakni, NU yang sesuai dengan pandangan Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari. Bukan NU yang menjadi kendaraan politik. Bukan NU yang dipenuhi kepentingan pragmatis. Bukan NU yang menjadi pembela Syiah dan Ahmadiyah. Bukan NU yang melindungi liberalisme. Dan, bukan NU yang menjadikan Rahmatan Lil Alamin sebagai justifikasi untuk ketidakpeduliannya terhadap perjuangan penegakan syariat,”

Orang wahabi pemecah belah umat islam

Wahabi mengatakan NU ormas pembela bid’ah
Hey wahabi, Pimpinan MUI adalah ketum Muhammadiyah, bahwa NU & Muhammadiyah ormas besar yang tidak bisa kalian adu domba.

Wahabi mengatakan fpi ormas radikal!
Hey wahabi apakah karena fpi melakukan nahi munkar engkau bilang radikal? apa upaya yang sudah kalian lakukan?

Wahabi mengatakan HTI ormas radikal?
Hey wahabi apakah karena HTI menginginkan Negara islam justru anda menghalangi? Apakah anda menginginkan sistem kerajaan seperti arab saudi?

Wahabi mengatakan JAT teroris.
Hey wahabi anda sudah menghalangi dakwah tauhid untuk penegakan syariat islam.

Kini saatnya islam bersatu padu menolak paham syiah, wahabi, dan liberal.


Artikel Terkait