Pengakuan Muhammad Hakam Al Marwazi, Jama’ah Yang Di Usir Kyai Gereja Nuril Arifin

Shortlink:

image

Pengakuan Akhina Muhammad Hakam Al Marwazi: Jama’ah Yang Di Usir Nuril Arifin Karena Meneriakkan Sholawat

Malam yang luar biasa.
Bacalah, 1 menit saja.

Atas perintah guru saya, tadi malam saya dan sekitar 60 org lainnya, hadir “saja” dan hanya ingin mendengarkan ceramah ini.

Saya merasa perkataan perkataan dalam ceramah ini nyleneh, dan diucapkan oleh orang yang aneh :

1. Ia mengatakan, bahwa maulid Simthudduror bukan budaya kita.

2. Mengatakan, bahwa Ratib ratib itu juga bukan budaya kita.
Kalau begini terus…. tunggu kehancuran Nusantara.

3. Mengaku ketemu nabi saw “yaqdzoh” dengan mata kepala, bukan dalam mimpi di depan talang mas.

4. Ngaku ketemu gusdur setelah gusdur meninggal dunia, lalu gusdur berkata kepadanya : “gus…. mohon jangan ganggu nabi, nabi masih istirahat.

5. Mengatakan, bahwa seluruh pemuda dari seluruh desa di negara Yaman adalah pemakai ganja terbesar.

6. Pemuda pemuda Yaman yang katanya tempat seribu wali, ternyata kemana mana membawa senjata pistol, seraya berkata : “Saya pernah ke seluruh penjuru Yaman, makanya saya tahu kebiasaan orang -orang Yaman”.

7. Sholat seperti ini malah gagah, tho…..?, tapi kok malah dikafir -kafirkan (Maksudnya, sholat gak sedakep itu lebih gagah.
Nuril memang bukan syiah, tapi, ini persis seperti sholatnya orang -orang syiah)

8. Beberapa kali orang ini Membaca dalil qur’an dan hadits dengan bacaan yang salah kaprah, mengurangi lafadz, dan menambahnya (mungkin lupa atau memang nggak hafal).

9. Mengajak bersyukur karena ada agama hindu, budha, yahudi, nasrani dan semua agama, walaupun penyembah berhala sekalipun (ini juga cara cara taqiyahnya orang orang syiah, Tapi dia jelas bukan syiah).

10. Mengatakan : aku curiga, jangan -jangan nabi Saw ini orang Jawa, karena bisa kholwat “topo” dan berakhlaq mulia “njowoni” seakan akan nabi Muhammad Saw terdidik dari budaya Jawa.

11. Dan lain lain yang aneh.

12. Yang paling aneh, ketika saya tersinggung, lalu spontan saya berteriak sekeras kerasnya : “Allohumma sholli ‘alaa Muhammad” 3 kali, dan penceramah ini berkata :

“Tolong…. usir orang ini” (beberapa kali), sambil menunjuk ke arahku.

Lalu dua orang yang akan mengusirku, seperti enggan untuk mengusirku, karena keduanya kenal dekat dengan aku, maka orang aneh ini kembali menegaskan :

“Usir orang ini, saya tidak mau melanjutkan ceramah, jika orang ini masih disini….
Ini… biang keroknya,
atau kamu mau saya tempeleng…., saya ini mantan jendral pejuang berani mati…..”
Akhinya saya berdiri dan meninggalkan tempat ini, karena menghormati kedua teman saya yang disuruh mengusirku, karena keduanya adalah orang yang sering juga mengamankan majelis Simthudduror pimpinan guruku”.

Dan saya katakan kepada teman -teman :
“Tetaplah disini, ikuti sampai selesai, jangan ribut”.

Sungguh… pengalaman yang asyik….

Ana lebih ikhlash, jika posting ini di share lebih luas.

Ana ada bukti, karena ana membawa handy cam dan bukti rekamannya. Lain waktu ana posting, cuplikan penting videonya disini, Insyaalloh……


Artikel Terkait