NU Online Menggiring Warga Nahdliyin Meragukan Ajaran Walisongo

Shortlink:

image

Pelan namun pasti. Setelah Menggiring Warga Nahdliyin Menentang Qonun Asasi Mbah Hasyim, NU Online Mulai Menggiring Meragukan Ajaran Walisongo

HALAQAH ISLAM NUSANTARA
Agus Sunyoto: Saya Tidak Yakin Walisongo
Digambarkan Pakai Jubah

Jakarta, NU Online
Sebagian orang kita menganggap menara
Kudus itu dulunya candi, saya bilang tidak.
Ya menara, Sunan Kudus itu sejak kecil
hidup di situ, pertama kali melihat
bangunan, modelnya seperti itu. Dia tidak
ada contoh lain saat itu, mesjid yang
berbentuk kubah juga tidak ada. Karena itu,
saya tidak yakin Walisongo pakaiannya
jubah-jubah seperti itu.

Demikian diungkapkan oleh Pakar Islam
Nusantara, Agus Sunyoto dalam kegiatan
Halaqah Islam Nusantara yang digelar
Pascasarjana STAINU Jakarta, Jum’at
(17/4) di Kampus STAINU Jakarta, Jl
Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat.

“Karena tembang yang dilantunkan oleh
Sunan Kalijaga dalam Lir Ilir, pakaian dulu
disebut dodot, yakni pakaian yang dipakai
oleh para pendeta Hindu, yaitu kain putih
melingkar sedada,” terangnya.

Penulis buku Atlas Walisongo ini
menambahkan, para wali tahu pakaian
jenis shafir (seperti jubah), sifatnya
eksklusif, mereka menilai tidak boleh
memakai pakaian yang sifatnya eksklusif
seperti itu. Kalau berada di tengah-tengah
masyarakat, ya berpakaian seperti mereka.

Jadi, lanjut Dosen FIB Universitas
Brawijaya Malang ini, jika wali tiba-tiba
berpakaian seperti itu, menurut hukum
yang berlaku di masyarakat ketika itu,
haram hukumnya. Lagipula, para wali tidak
mau berpakaian yang berbeda dengan
masyarakat sekitarnya.

“Karena masyarakat sekitar tidak memakai
jubah, untuk apa, para wali tahu hukum
yang berlaku di tengah-tengah masyarakat
yang masih lekat dengan tradisi Hindu-
Buddha ketika itu,” tandasnya di depan
para Dosen dan mahasiswa Pascasarjana
STAINU Jakarta.


Artikel Terkait