Murid KH. Idrus Ramli Bongkar Kedok Kiyai Pro Syiah Alawi Al Bantani Yang Sering Membawa Nama NU

Shortlink:

image

Ceramah Agama Mengungkap Kedustaan Buku ” Kyai Nu meluruskan Fatwa-Fatwa Merah MUI & DDII”
(Sebuah buku yang ditulis oleh KH Alawi Nurul Alam Al-Bantani yang mengaku-aku sebagai Kyai NU untuk menjatuhkan dan mengkritik buku yang diterbikan oleh MUI yang berjudul “Mengenal dan Mewaspadai
Penyimpangan Syiah di Indonesia” dan buku yang diterbitkan oleh Dewan Dakwah Islam Indonesia DDII yang berjudul “Kesesatan Aqidah dan Ajaran Syiah di Indonesia”

Ceramah Agama: Kyai Syiah Alawi Al Bantani di”telanjangi” Kedok Syiahnya oleh Murid KH Idrus Ramli

Saya (Muhammad Jamil Chansas) merasa janggal dan super aneh jika seorang muslim ahlussunnah wal jama’ah yang benar-benar faham dengan ajaran Syi’ah lalu mengatakannya tidak sesat. Lebih-lebih yang mengaku dirinya warga Nahdhiyin, dimana tokoh utamanya adalah KH. Hasyim Asy’ari.

Warga Nahdhiyin, dimana pasti tahu siapa dan bagaimana perah KH. Hasyim Asy’ari dalam Ja’iyah Nahdhatul Ulama’ (NU), dan bagaimana fatwa-fatwanya yang selalu sejalan dengan pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga tidak heran jika kemudian banyak fatwa-fatwa beliau selalu dijadikan rujukan Nahdhatul Ulama’ (NU). Dengan
demikian, akan menjadi lucu apabila kemudian ada yang mengaku sebagai KYAI NU tapi bertolak belakang dengan fatwa-fatwa beliau, mengaku berfaham ahlussunnah wal jama’ah tetapi bertentangan dengan pemahaman ulama’-ulama’ ahlussunnah wal jama’ah.

Disini, saya (M. Jamil Chansas) ingin mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan buku yang ditulis oleh seorang kyai yang mengaku sebagai KYAI NU sekaligus membuktikan bahwa buku ini (KYAI NU MELURUSKAN FATWA MERAH MUI & DDII) adalah TIDAK LAYAK menggunakan label NU yang akhirnya terkesan ini adalah pendapat
NU atau bagian dari pandangan NU.

Pertama: TANGGAPAN TIDAK AKURAT Buku yang berjudul KYAI NU MELURUSKAN FATWA MERAH MUI & DDII ini tidak bisa dikategorikan sebagai buku ilmiyah, mari kita lihat bagaimana KH Alawi pada Bab 2 hal 9
dari buku ini menganggap MUI TIDAK AKURAT dalam mengambil data tentang Syiah.

Namun anehnya, sampai selesai bab 2 ini, tidak ada bukti yang ditampilkan oleh KH Alawi data mana, halaman berapa buku yang diterbitkan MUI yang dianggap memuat data yang tidak akurat tentangĀ  Syiah. Hanya beberapa data dari MUI namun ditanggapi dengan JAWABAN YANG JAUH DARI PERMASALAHAN. Bahkan KH Alawi lebih banyak mengomentari gerakan Salafi-Wahabi, sampai-sampai MENUDUHNYA sebagai PEMBUAT ONAR dalam agama dan negara (Lihat hal. 14).

Padahal Tim MUI sendiri TIDAK MENYINGGUNG bagaimana gerakan Salafi Wahabi, mereka hanya fokus
kepada pembahasan kesesatan Syiah. Lalu bagaimana KH Alawi bisa meloncat kepada gerakan Salafi Wahabi…..??

Selanjutnya, setelah KH Alawi tidak mampu menunjukka data MUI yang tidak akurat tentang Syiah, lalu loncat dengan masalah Salafi Wahabi (lihat hal 15). Entah bagaimana KH Alawi Nurul Alam sebagai penulis buku yang mengatasnamakan NU iniĀ  tiba-tiba sangat bersemangat menjustifikasikan salafi wahabi dan mati-
matian membela Syiah yang jelas-jelas banyak perbedaan dalam Ushuluddin??

Mari kita lihat pada bagian pendahuluan, beliau mengatakan “Sebagaimana kami ketahui, bahwa para ulama’ kami dari PBNU cenderung untuk bersikap moderat kepada Syiah” Ini jelas merupakan KEDUSTAAN, buktinya KH
Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah juga menolak Syiah.

Lihat juga bab 9 bagian Penutup, dimana poin 1 sampai 9 sama sekali tidak sesuai dengan judul dan isi paparan dalam buku ini, dan di dalamnya memuat kedustaan. Perhatikan poin 1 dari penutup buku ini, beliau mengatakan:

“Mayoritas umat Islam dan para ulamanya di seluruh dunia menganggap Syiah adalah saudara Ahlussunnah yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari tubuh Islam” (hal 97)

Kalaupun layak disebut saudara, Syiah adalah saudara yang SESAT. Terbukti ulama’-ulama’ mu’tabar (yang diakui keilmuannya) Ahlussunnah wal Jama’ah yang dijadikan panutan oleh NU di Indonesia menolak Syiah:

Selengkapnya Simak Video berikut:


Artikel Terkait