KH Luthfi Bashori: Islam Liberal Dibalik Baca Alquran Langgam Jawa

Shortlink:

Tokoh Muda NU, KH Luthfi Bashori mengungkapkan, ada aroma kental liberalisme Islam dibalik baca alquran dengan langgam jawa di Istana Negara saat Isra` Mi`raj beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kyai Luthfi, penganut liberalime Islam atau orang-orang yang menamakan diri ‘Islam Liberal’ adalah mereka yang selalu saja menolak apa yang sudah umum dipahami oleh ummat islam mainstream, dengan alasan yang dibuat-buat.

Dalam perkembangannya, lanjut Kyai Luthfi, mereka ini sudah menyeruak diseluruh lini kehidupan bangsa Indonesia. Kaum liberal, seringkali menyebut jargon-jargon tertentu, atau istilah-istilah tertentu, yang belum tentu dipahami masyarakat secara umum. Tapi hakikat jargon-jargon ini menandakan sebagai pengikut Islam liberal.

Di antara jargon itu adalah istilah “Islam Nusantara”, maka jika kita mendapati istilah ini dibalik isu gender, isu jargon atau apa saja, MAKA sebenarnya dibalik semua itu ada orang-orang liberal yang bermain.

Berikut ini beberapa jargon yang dikampanyekan orang liberal, yang bisa kita temui ditulisantulisan, komentar, atau apa saja.

– Islam Bangsa,
– Islam Toleran,
– Islam Ramah,
– Islam Moderat,
– Islam Inklusif,

Kyai Luthfi menegaskan, jargon-jargon itu merupakan milik orang liberal, suatu komunitas yang mengaku muslim, tapi tidak mau terikat oleh syariat manapun.

Liberalisme ini sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh iblis laknatullah, tatkala Allah Subhanahu Wa ta`ala menciptakan nabi Adam AS. Semua penduduk surga waktu itu, termasuk iblis, diperintah sujud kepada Adam. Semua malaikat sujud kepada syariat Allah saat itu, kecuali iblis, yang enggan dan sombong karena AKALnya menyatakan dia lebih baik dari adam.

Pengaruh liberalisme itu sudah menyeruak bahkan pada pemerintahan pusat, ada orang liberal yang bermain. Nyata kejadiannya saat Isra` Mi`raj 2015, maka mereka sengaja menyeting pembaca al-qurannya diambilkan dari dosen liberal dari suatu perguruan tinggi Islam, seorang penganut liberal, yaitu Muhammad Yassir Arofat. kemudian si Yassir ini melantunkan Al-Quran dengan langgam Jawa. [6.01-6.42].

Mereka ingin menampakkan perlawanan terhadap arab, padahal Allah menurunkan Alquran itu ‘Quraanan Arobiyyan” yang artinya segala metode dan tatacaranya mengikuti kaidah bahasa arab. Tapi orang liberal menampakkan dimuka umum, bahkan didepan kepala negara lain, alquran yang sudah di-Jawa-i-sasi. Ini adalah produk liberalisme yang sangat berbahaya bagi ummat Islam.

Simak video lengkap Kyai Luthfi Bashori berikut ini.


Artikel Terkait