Hadits Kemuliaan Nisfu Sya’ban Di Akui Shahih Oleh Al Albani

Shortlink:

KEMULIAAN NISYFU SYA’BAN DIAKUI OLEH AL ALBANI

Tidaklah benar statement yang menyatakan bahwa tidak ada hadits shahih satupun yang menyatakan kemuliaan nisyfu sya’ban. Terbukti bahwa Hadis keutamaan nisfu sya’ban dari Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa Nabi saw bersabda:

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Hadits ini dishahihkan oleh  Al-Albani dan dimasukkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah, no. 1144.

Ia menilai hadits ini sebagai hadits shahih, karena memiliki banyak jalur dan satu sama saling menguatkan. Bahkan ia menganggap sikap sebagian orang yang menolak semua hadits tentang malam nisfu syaban termasuk tindakan yang gegabah. Al-Albani mengatakan:

فما نقله الشيخ القاسمي رحمه الله تعالى في ” إصلاح المساجد ” (ص 107) عن أهل التعديل والتجريح أنه ليس في فضل ليلة النصف من شعبان حديث صحيح، فليس مما ينبغي الاعتماد عليه، ولئن كان أحد منهم أطلق مثل هذا القول فإنما أوتي من قبل التسرع وعدم وسع الجهد لتتبع الطرق على هذا النحو الذي بين يديك. والله تعالى هو الموفق

Keterangan yang dinukil oleh Syekh Al-Qosimi -rahimahullah- dalam buku beliau; ‘Ishlah Al-Masajid’ dari beberapa ulama ahli hadis, bahwa tidak ada satupun hadits shahih tentang keutamaan malam nisfu syaban, termasuk keterangan yang tidak layak untuk dijadikan sandaran. Sementara, sikap sebagian ulama yang menegaskan tidak ada keutamaan malam nisfu syaban secara mutlak, sesungguhnya dilakukan karena terlalu terburu-buru dan tidak berusaha mencurahkan kemampuan untuk meneliti semua jalur untuk riwayat ini, sebagaimana yang ada di hadapan anda. Dan hanyalah Allah yang memberi taufiq. (Silsilah Ahadits Shahihah, 3/139)

Walaupun al-bani bukan org yg layak kita jadikan pedoman fatwa -fatwanya, tapi untuk kelompok wahabi albani selalu dianggap benar.

Nah kalau kasus seperti ini kalian wahabi mau berkomentar apa?
Membenarkan albani atau alqosimi?
mengingat dua syekh ini sama2 salafi/wahabi maka bagai mana sikap kalian terhadap khilaf ini? Adakah akan kalian benarkan yg satu, dan akan kalian salahkan serta masukkan dlm nereka yg lain?

Atau keduanya masuk surga sebagaimana harapan mayoritas muslimin, selalu mengharap kebaikan utk saudaranya?
Atau akan kalian salahkan semuanya krn kalian bingung menghadapi para syekh yg inconsistent?


Artikel Terkait