Tafsir Al-Hijr 24-25: Drupadi Itu ‘Adiknya’ Iblis

Shortlink:

Ayat sebelumnya bertutur soal Iblis yang menolak perintah Tuhan agar bersujud kepada Adam. Alasan penolakan tersebut adalah murni demi harga diri dan kecongkakan. Karena tercipta dari api, Iblis merasa dirinya lebih tinggi derajatnya ketimbang Adam yang tercipta dari tanah liat, sehingga timbul rasa sombong yang kuat dan dipertahankan. Meski Tuhan yang menyuruh, tapi Iblis tetap bersikukuh dan tidak mau bersujud.
alhijr ayat 24
alhijr ayat 25
Merasa Diri-Nya sebagai Dzat Yang Mahakuasa, Tuhan-pun tak mau disepelekan begitu saja oleh ciptaan-Nya sendiri. Atas nama keadilan yang dibangun-Nya sendiri, Tuhan harus mengambil sikap dan menjatuhkan hukuman bagi pembangkang. Sikap tersebut adalah kewajiban-Nya dan justru tidak benar andai Tuhan membiarkan pembangkang tanpa hukuman apa-apa. Ada dua hukuman yang kenakan kepada Iblis. Pertama, diusir secara fisis dari taman surga,

“fa ukhruj minha”. Kemana?.

Tidak ada penjelasan pada ayat ini, planet mana yang menjadi singgahan Iblis. Tidak sama ketika Adam dan Hawwa’ diusir dari surga, ditunjuklah bumi sebagai lokasi deportasi. Karena sama-sama alumni surga dan sama-sama dideportasi, maka mudah difahami, bahwa Iblis juga diusir turun ke bumi. Sisi lain dari tidak ditunjuknya planet singgahan Iblis, karena Iblis memiliki daya jelajah yang dahsyat sehingga bisa terbang ke planet mana dia suka. Tidak sama dengan Adam dan Hawwa’ yang tidak punya kemampuan macam itu, maka langsung diturunkan ke bumi.

“walakum fi ardl mustaqarr wa mata’ ila hin” (al-Baqarah:36).

Kedua, selain diusir, Iblis juga dikutuk secara unlimited.

“wa inn ‘alaik al-la’nah ila yaum al-din”.

Makna laknat atau kutukan di sini adalah, sepanjang hidup Iblis tidak akan mendapatkan kebaikan dari Tuhan sama sekali, sehingga yang ada pada sirinya adalah keburukan belaka. Dengan demikian, apa saja yang datang dari Iblis pasti buruk. Itulah, maka kita wajib waspada dan tidak boleh tertipu. Segala aturan agama adalah kebaikan yang digariskan Tuhan dan segala yang bertentangan dengan agama adalah keburukan yang digagas Iblis.

Sejak awal Iblis telah menggunakan logika sendiri dan ditetapkan sebagai keputusan final yang harus dipegang teguh, meskipun itu tidak benar menurut pandangan Tuhan. Tiba-tiba secara sepihak Iblis memandang api lebih mulia daripada tanah liat tanpa dasar yang meyakinkan. Padahal, masing-masing punya kelebihan sekaligus kekurangan. Api memang bisa membuat suasana lebih hangat, bahkan panas dan membakar.

Makanan mentah menjadi lezat disantap karena jasa api dalam proses memasak. Tapi dari mana bahan makanan itu didapat? Dari mana padi, buah-buahan, sayuran itu tumbuh? Tanpa tanah kita akan kelaparan dan segera mati. Tapi tanpa api kita masih bisa bertahan hidup meski kurang sempurna. Islam tidak memandang satu materi lebih suci, lebih bagus ketimbang yang lain, meski ada sebagian yang dikeramatkan, seperti hajar aswad dan ka’bah.

Meski demikian, tetap saja batu yang tidak bisa memberi manfaat atau menimpakan madarat. Batu itu hanya sebatas tanda dalam ritual ibadah dan tidak lebih. Semua keberkahan tetap ada di tangan Allah SWT. Maka tidak ada api suci atau api najis dalam pandangan islam. Tidak sama dengan pandangan Hindu dalam serial Mahabarata. Di mana putri Drupadi lahir dari api suci setelah pemujaan terhadap dewa.

Jika hal ini disorot pakai referensi al-Qur’an, berarti Drupadi itu saudaranya Iblis, apalagi dia mempunyai lima suami. Soal agama lain membolehkan, itu hak mereka. Serial India itu memang teriklankan sebagai hiburan, tapi bagi umat islam tetap wajib menjaga diri dan keluarganya dari segala bentuk gangguan yang bisa merusak keimanan. Adalah hak tafsir ini mewaspadai, jangan-jangan tayangan itu ada maksud tersembunyi.

“sambil menyelam juga meminum air dan dengan sekali dayung dua pulau terlampaui”.


Artikel Terkait