Bersama Ketua NU Situbondo KH. Fauzan Masruri , KH. Hasyim Muzadi Kuliti Syiah, Wahabi Dan Liberal

Shortlink:

image

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – KHA
Hasyim Muzadi, Pengasuh Pesantren
Mahasiswa Al-Hikam Malang dan Depok
Jawa Barat, mengungkapkan bahwa
megelola organisasi Nahdlatul Ulama
(NU) jangan disamakan dengan mengurus
partai politik (parpol). Menurut dia, kalau
parpol memang semua orang direkrut
masuk agar bisa menambah suara saat
pemilu. Misalnya orang yang berpaham
beda tetap direkrut. Bahkan agama yang
berbeda pun dipersilakan asal bisa
menambah suara.

”Tapi kalau mengurus NU tak bisa seperti
itu karena kita menjaga aqidah,” kata Kiai
Hasyim Muzadi dalam Silaturahim dan
Halaqoh Kiai Pesantren se-Jawa Timur
bertema “Mengelola Hutan di Jawa secara
Berketuhanan” di Jombang kemarin
(Jumat, 8/5/2015).

Dalam acara yang digelar Forum
Silaturahim Kiai Pesantren bekerjasama
dengan Perhutani itu hadir para kiai
pengasuh pesantren se-Jawa Timur.
Selain Kiai Hasyim Muzadi tampil
Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Ir
Salahuddin Wahid (Gus Solah) sebagai
pembicara.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
(Wantimpres) ini mengingatkan agar para
kiai waspada terhadap paham di luar NU
yang kini menyerbu organisasi yang
didirikan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari
itu.
”Sebab kalau tidak, NU bisa jadi tempat
kos-kosan semua ideologi yang berbeda,”
tegas Kiai Hasyim Muzadi.

Ia mencontohkan serbuan Syiah, Wahabi
dan Islam Liberal yang kini sudah masuk
ke dalam tubuh NU. Tiga paham ini,
menurut Kiai Hasyim, melakukan
penyusupan ke dalam NU lewat figur-figur
pengurus NU. ”Kalau Syiah masuknya
halus, sedang Wahabi masuk dengan cara
menyalahkan ajaran NU,” katanya.

Sementara Ketua PCNU Kabupaten
Situbondo KH Fauzan Masruri, SAg, yang
hadir dalam acara tersebut
mengungkapkan bahwa Islam Liberal
sangat berbahaya karena paham dan
ajarannya tak sesuai dengan NU.

”Saya tahu sendiri waktu di Makassar
(Muktamar NU). Ulil itu salaman dengan
wanita bule sudah biasa,” kata Fauzan
Masruri kepada BANGSAONLINE.com. Ulil
Abshar Abdalla adalah tokoh Jaringan
Islam Liberal (JIL) yang menganggap
semua agama sama benar.

Fauzan Masruri juga memberi contoh
ajaran Aminah Wadud, tokoh Islam Liberal
asal Amerika. ”Menurut Aminan Wadud
kan seorang wanita boleh jadi imam
shalat yang jamaahnya laki-laki,”
katanya.
”Kalau begitu mushalla dan langgar bisa
rame. Karena akan banyak lelaki yang
bermakmum sambil melihat imamnya,”
katanya sembari tertawa.


Artikel Terkait