Surga sudah Bisa Dibooking mulai Sekarang

Shortlink:

arra`du ayat  35Terjemah Surat al Ra’d : 35

35. Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.

Tafsir

Ayat sebelumnya tentang orang-orang kafir yang mengingkari Allah SWT dan menyembah berhala, lalu dinyatakan, bahwa kelak akan disiksa di neraka tanpa satupun ada yang mampu menolong. “wa ma lahum min Allah min waq “. Mereka disoal, apakah keputusannya menunjuk berhala sesembahan itu sebagai langkah sepenuh hati atau sebatas manis-manis di bibir saja? (..am bidhahir min al-qaul?”.

Dalam Islam, Tuhan itu harus hebat segala-galanya. Tuhan harus ada sebelum yang lain ada dan terus ada tanpa tiada, meski selain-Nya sudah tiada. Tuhan juga harus kuasa menciptakan apa saja dan tidak diciptakan, harus lebih unggul tanpa bisa diungguli. Tidak boleh ada kelemahan dalam bentuk apapun. Islam tidak bisa menerima konsep ketuhanan yang sederhana dan murah, sehingga banyak kelemahan dan gugur.

Misalnya, Tuhan dilahirkan, tidak bisa mencipta, masih butuh asupan makanan, butuh minum, butuh udara, jatuh sakit, apalagi mati. Silakan seseorang meyakini bahwa nabi Isa A.S.dan sebangsanya itu Tuhan. Tapi dalam islam, konsep ketuhanan tidak asal diyakini, melainkan harus diverifikasi dulu. Kebisaanya apa?. Apa dia berkuasa mencipta jagad raya ini atau sekedar sebagai penghuni saja ?. Jika da dianggap punya banyak kelebihan, maka itu sebatas prestasi manusia saja dan sama sekali tidak bisa naik ke derajat Tuhan, karena dia mati.Bagaimana mungkin menjadi Tuhan, sementara mempertahankan dirinya tetap hidup saja tidak bisa.

Nah, bagi mereka yang beriman kepada Allah SWT, maka imbalannya adalah kenikmatan versi Allah yang disediakan di surga nanti. Surga yang kemewahannya tak pernah bisa dilukiskan oleh kata-kata, bahkan dibayangkan saja tidak bisa. Surga adalah kemewahan versi akhirat, sehingga segala piranti dunia yang serba terbatas, termasuk pemikiran dan kata hati sama sekali tidak bisa menjangkaunya. Seperti tidak mampunya janin dalam rahim membayangkan luasnya dunia,di luar perut ibunya.

Gambaran yang diungkap pada ayat ini adalah bahasa tamsilan untuk memudahkan pembayangan, tapi hakekatnya jauh lebih ekstrem dari yang dibahasakan. Sungai mengalir (tajry min tahtiha al-anhar), buah segar terus tersaji (ukuluha da’im) dan kesejukan rimbun dedaunan yang unlimited (wa dhilluha).Gambaran ini bukan fantasi kosong, melainkan penggambaran atas sesuatu yang nyata ada. Kenikmatan itu universal, fisis dan psikis, bukan sekedar ruhaniah belaka. Digambarkan ada bidadari yang menyervis kebutuhan seksual, ya ada betul wujud fisiknya, bisa disentuh dan lezat dinikmati, bukan terbayang dalam terangan seperti mimpi semalam.

Dan diujung ayat disebutkan, bahwa orang bertaqwa bakal menikmati surga dan orang yang kafir berakhir di neraka. Artinya, sejatinya surga dan nereka itu sudah bisa dibooking mulai sekarang. Surga itu punya kelas-kelas dan masing-masing punya tarip berbeda. Sama dengan hotel, kelas VVIP tidak sama dengan kelas standar dan bisa dipesan sejak jauh-jauh hari.

Orang yang ingin nonton piala dunia 2014 di Brazil, jauh hari sudah pesan hotel dan tiket. Tapi hotel di Brazil bisa habis, sementara hotel Tuhan terus tersedia dan unlimited. Soal apakah seseorang itu sejatinya memesan surga atau neraka,sesungguhnya sudah bisa dilihat dari sekarang, yakni dilihat amal perbuatannya. Jika dia komitmen bertaqwa, menghindari maksiat berarti serius membooking surga. Jiak hobi maksiat, berarti membooking neraka. Silakan berkomentar apa saja, kalau kenyataannya masih membuka aurat di hadapan umum, menebar maksiat dengan bergoyang erotis, maka itu pasti serius memesan neraka.


Artikel Terkait