Surah Al-Nisa’, Wanita Perlu Diatur

Shortlink:

annisa-ayat-1
annisa-ayat-2annisa ayat 3

Terjemahan al-Nisa’ (1-3)

(1). Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan isterinya dan daripadanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungansilaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

(2). Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.

(3). Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya) maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takuttidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih depat kepada tidak berbuat aniaya.

Tafsir

Pada bagian akhir surah Ali Imran, Allah SWT membicarakan perwatakan orang-orang kafir yang sok congkak. Tuhan menyatakan bahwa berperang melawan para kafir jahat adalah jihad yang dibayar tunai dengan surga. Kemudian membicarakan sifat sebagian ahli kitab yang beriman, saleh dan jujur. Hal mana, di Akhirat nanti mereka bakal memperoleh pahala dua kali lipat. Kemudian Tuhan memerintahkan umat Islam agar bersabar dalam melakukan ibadah, bersabar menghadapi musuh dan selalu siaga membela agama Allah.

Kini, pada awal surah al-Nisa ini, Tuhan membicarakan awal penciptaan manusia. Dikatakan, bahwa Allahlah yang menciptakan semua manusia. Semua dicipta dari asal yang satu, kakek-nenek yang satu, lalu beranak pinak dan menjadi banyak. Artinya, Tuhan mengingatkan bahwa apapun yang diperbuat oleh umat manusia, apapun ragam dan polanya, mereka –hakikinya- adalah satu Ciptaan, Satu Tuhan yang Mencipta, satu saudara, tunggal kakek dan tunggal nenek. Maka apa pantas, bila mereka berTuhan selain Allah, sebab yang menciptakan mereka adalah Dia, Allah SWT. Maka apa pantas, bila mereka bermusuhan, saling menindas dan saling membunuh? Sebab mereka adalah sesaudara, saudara tunggal Kakek dan tunggal nenek.

Dalam al-Qur’an hanya ada surah al-Nisa’ (wanita), tidak ada surah al-Rijal (kaum lelaki). Ada apa ini? Apakah saking terhormatnya derajat wanita sehingga Tuhan berkenan mengabadikan dalam satu surah khusus, surah “Wanita”? Atau saking rewelnya, saking rumitnya urusan wanita, sakig uniknya perwatakan mereka sampai Tuhan perlu menuzulkan satu surah khusus, surat “Wanita?


Artikel Terkait