Rois Syuriah NU KH. Miftakhul Ahyar Persilahkan Bantuan Muktamar Dipantau KPK

Shortlink:

image

Foto Ketua PWNU Jatim Dan Rois Syuriah NU Jatim.

Jombang (beritajatim.com ) – Rois Syuriah PW NU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jatim KH Miftakhul Akhyar mempersilahkan
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengawasi bantuan yang mengucur ke panitia Muktamar ke-33 NU. Pernyataan itu merespon
adanya tuntutan sejumlah pihak agar bantuan dana pemerintah propinsi Jatim untuk pelaksanaan Muktamar ke 33 NU di Jombang
diawasi oleh KPK.

“Silahkan diawasi, karena itu memang sudah menjadikan kwajiban KPK. Dengan begitu,
bantuan tersebut akan tepat penggunaannya,” kata Kyai Miftahul usai menghadiri pengajian
PCNU Jombang bersama MWC NU se Jombang dalam rangka penguatan institusi Syuriah di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Minggu (19/4/2015) sore.

Kiai Mif, panggilan Miftahul Ahyar,
menambahkan, disamping adanya
pengawasan dari luar NU, pihaknya sudah mewanti-wanti agar panitia menggunakan anggaran bantuan dengan benar. Hal itu untuk menghindari munculnya masalah di belakang hari. Rois Syuriah ini juga berjanji akan ikut aktif melakukan pengawasan.

“Sekali lagi, saya persilahkan lembaga seperti KPK untuk mengawasi bantuan tersebut,”
ujarnya.

Seperti diketahui, Garda Muda NU meminta adanya pengawasan bantuan APBD Propinsi Jatim pada pelaksanaan Muktamar ke-33 NU
yang bakal digelar di Jombang 1- 5 Agustus mendatang. Rencananya, Pemprov Jatim akan mengucurkan bantuan sebesar Rp 4,9 miliar.
Bukan itu saja, Pemkab Jombang juga akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk perhelatan tersebut. Dana itu bersumber dari APBD setempat.

Muktamar ke-33 NU mulai 1 hingga 5 Agustus 2015 itu lokasinya ada di empat pesantren. Masing-masing pesantren Tebuireng, PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum)
Tambakberas, PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, serta PPMM (Pondok Pesantren
Mambaul Maarif) Denanyar.


Artikel Terkait