Penyembahan Jabatan, Penyembahan Berhala

Shortlink:

arra`du ayat 33 arra`du ayat 34Terjemah Surat Al-Ra’d : 33-34

33. Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu.” Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk.

34. Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah.

TAFSIR

Ayat sebelumnya bertutur tentang para rasul yang ditertawakan, kemudian Tuhan tidak terima dan mereka dibinasakan. Umat terdahulu disiksa langsung , sementara umat nabi Muhammad SAW tidak mesti demikian. Umumnya diberi kesempatan dengan harapan mau bertobat. Jika mereka tetap membandel, maka ada dibiarkan saja hingga kezaliman yang mereka lakukan makin menjadi-jadi dan dosa makin menumpuk.

Tentu saja siksaannya nanti di neraka bersifat kumulatif dan amat pedih. Dan ada juga yang dihabisi dalam perang agama, seperti Abu Jahal yang mati tragis di perang Badar.

Namun Abu Lahab, paman nabi yang amat menyayangi nabi sewaktu nabi kecil dibiarkan hingga mati alamiah. Tapi kematian Abu Lahab lebih ngeri dan menjijikkan. Abu Lahab terserang borok ganas di kepalanya, lalu menjalar ke seluruh tubuhnya dan membusuk, hingga membuat orang-orang menjauh, termasuk keluarganya, istri dan anaknya sendiri.

Abu Lahab terbuang dari rumahnya sendiri dan banyak menghabiskan masa penderitaan di luar rumah, hingga akhirnya mati di tepian jalan tanpa di dampingi siapapun. Bau bangkai Abu Lahab amat menyengat dan mengganggu sehingga orang kampung terpaksa menguburnya secara kasar.

Pada ayat studi ini Tuhan mempertanyakan soal sesembahan yang berupa berhala dan patung-patung. Mereka menyembah dan memuliakan sebagai Tuhan yang sakti. Lalu nabi Muhammad SAW berkata lantang :” Wahai kalian, sebutkan nama-nama berhala yang kalian bangga-banggakan!” (qul sammuhum). Mereka diam karena mengerti maksud dibalik permintaan itu. Sejatinya nabi sudah mengerti nama-nama berhala mereka, yaitu : al-Lata, al-Uzza, Manat dan Hubal. Tapi, berhala-berhala ini adalah buatan tangan mereka sendiri, lalu diberi nama menurut kemauan mereka sendiri, dipuja-puja sendiri, meski tidak memberi manfaat apa-apa.

Bila mereka tetap membanggakan berhala-berhala ini, maka pasti mudah dipatahkan dan direndahkan., makanya memilih diam.

Apa berhala-berhala itu sejatinya?. Bagi orang-orang sufi, berhala itu apa saja yang kita puja dan kita buru, kita utamakan dan kita idamkan selain Allah SWT. Ketika seorang laki-laki tergila-gila kepada seorang wanita pujaannya sehingga rela melakukan apa saja demi mendapatkan cintanya, maka sejatinya wanita itu adalah berhala bagi si pria kepayang tersebut. Sejatinya dia adalah penyembah berhala, meski tidak musyrik, tapi Tuhan tersinggung.

Ketika seseorang sangat rakus memburu harta, tidak mengenal halal dan haram, maka sejatinya harta itu adalah berhala baginya. Dia menyembah harta, meski tak musyrik, tapi Tuhan tersinggung. Ketika seseorang sangat berambisi menjadi pejabat, menjadi wakil rakyat, menjadi kepada daerah, kepala negara dan rela berkorban dan berlaku curang, maka sejatinya jabatan itu adalah berhala baginya.Dia menyembah berhala, meski tak musyrik, tapi Tuhan tersinggung. Mudah-mudahan kita terhindar dari lelaku yang menyinggung perasaan Tuhan dan kaya lelaku yang menyenangkan Tuhan.


Artikel Terkait