KH. Hasyim Asy’ari Dan Fenomena NU Garis Lurus [1]

Shortlink:

image

Member melebihi 16.000

KH. Hasyim Asyari dan  Fenomena ‘NU Garis  Lurus’ [1]

Oleh: Muhammad Saad

BARU-BARU ini kelompok aktivis muda  Nahdhatul Ulama (NU) mengaku resah atas  fenomena lahirnya “NU Garis Lurus”. Kelompok yang semula hanya muncul di  akun Facebook dan twitter ini tiba-tiba  pamornya naik. Alih-alih dinilai banyak meresahkan para aktivis NU muda, kegeraman terhadap “NU  Garis Lurus” yang dipromosikan di jejaring  social membuat namanya kita melejit.

Belakangan, kelompok ini juga melahirkan  laman internet dengan alamat;  www.nugarislurus.com .
Sebelum ini, fenoma “NU Garis Lurus” telah  membuat banyak kalangan seolah kebakaran
jenggot. Sebut saja misalnya aktivis liberal yang juga aktiv di PDI-P, Zuhairi Misrawi dalam kicauannya di twitter tanggal 04 April 2015 mengatakan, dirinya baru membolikir NU Garis Lurus yang dituduhnya sebagai Wahabi dan PKS, “Baru memblokir akun NU Garis  Lurus yang mengaku NU, tapi kicauannya mirip Wahabi dan PKS.”

Mungkin karena geram, dua hari setelah itu, 6 April 2015 ia mengaku telah memblokir akun NU Garis Lurus dan twitternya. “Setelah
ada akun dan web NU Garis Lurus yang ingin  wahabisasi NU,kini muncul antitesanya  @NUgarislucu :),” ujarnya.

Fenomena NU Garis Lurus tak hanya  meresahkan Zuhairi. KH Misbahul Munir  (LDNU) berkomentar, “Hari hari ini mulai ada  NU Garis Lurus, heran juga. Masuk NU harusnya niat memperbaiki diri bukan memperbaiki NU.”

Bahkan Nur Khalik Ridwan, menulis artikel di  laman www.gusdurian.net yang menyebut NU Garis Lurus amat membahayakan apa yang telah diperjuangan Gus Dur dan Gus Mus.

“NU Garis Lurus yang tidak
mencantumkan siapa sebenarnya
pengelola dan komunitas mana yang mengembangkan ini, justru memperkuat dugaan demikian. Web ini berusaha memicu pergolakan internal NU dan dimanfaatkan oleh orang tertentu, agar lapisan terdidik NU terus menerus  mengurusi soal laten percekcokan sektarian. Yang bisa dimanfaatkan untuk itu adalah figur-figur seperti Ust.  Idrus Ramli, Gus Najih, Gus Luthfi, dan  lain-lain-lain. Dari jantungnya sendiri, mereka menghantam orang-orang yang telah bertahun-tahun berjuang untuk NU  dan menegakkan muruah NU di jagad Indonesia dan dunia, sepertu Gus Dur dan Gus Mus.” [Nur Khalik Ridwan,  “Masalah Pemurniah ASWAJA NU Garis Lurus ” , Kamis, 02 April 2015,  www.gusdurian.net ].

Tak terkecuali tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdala ikut pula gerah .
“Akhir-akhir ini ada gerakan yg
menamakan dirinya “NU Garis Lurus”.  Namanya sendiri sudah menunjukkan bahwa yg membuat gerakan ini tak  mengerti kultur NU,” ujar Ulil melalui akun twitter @Ulil.

“Kalau NU diluruskan garisnya, maka ya jadi Wahabi. Garis NU itu lentur;  filosofinya seperti tali jagad di logo NU  itu. Talinya lentur dan longgar, tidak  ketat,” ujar Ulil Abshar Abdala dalam akun twitter @Ulil, 7 April 2015.

Mengapa banyak pihak seolah merasa tersengat?
Sebagaimana tagline kelompok ini yang  tertera di laman www.nugarislurus.com , jika
kehadirannya mengembalikan ajaran NU  yang dibawa KH Hasyim Asy’ari yang Sunni, tidak Sekularis, pluralis dan liberalis (SePILIS).

“NU GARIS LURUS adalah merupakan  upaya pengembalian pemahaman warga NU kepada ajaran KH. Hasyim Asy`ari yang murni Sunni Syafi`i Non SePILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme).”[www.nugarislurus.com]

Sebagaimana diketahui, kelompok-kelompok  berpaham liberal dan Syiah dinilai telah  banyak menyusup dalam tubuh NU benar- benar merasa terusik ketika gerakan ini  muncul dengan nama “NU Garis Lurus”,  seolah ingin meluruskan pemikiran NU yang sudah tidak murni lagi.

Adalah KH Lutfi Bashori Alwi adalah putra KH. Bashori Alwi sesepuh NU Jawa  Timur yang dikenal berdakwah dan fokus
pada pembersihan virus-virus akidah semisal  sekularisme, pluralisme dan liberalisme
[SePILIS) dan Syiah dalam tubuh ormas Islam di Indonesia ini. Pada bulan Februari 2015, ia membidani lahirnya ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jamaah ) GARIS LURUS. [Baca: ASWAJA Garis Lurus: Pemerintah Bisa Larang Aktivitas Syiah]

Semula, kelompok ini hanya kumpulan  beberapa aktifis Aswaja yang tergabung  dalam Grup Pejuang ASWAJA , lantas dalam penjabarannya mendapat tambahan GARIS  LURUS dan menjadi Pejuang ASWAJA Garis Lurus.

Dalam keterangannya di laman
www.pejuangislam.com , tambahan Garis  Lurus untuk membedakan dari warga NU (bahkan sebagian tokoh NU), yang sudah  keluar dari ajaran akidah KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU. [Baca: GROUP PEJUANG ASWAJA GARIS LURUS   ]

Namun belakangan, atas gagasan KH Luthfi  Bashori ini muncul pihak-pihak tertentu dengan membuat Fanspage Facebook dengan  nama yang sama. Tepatnya pada 27 Oktober  2014, Fanspage yang berjudul “NU Garis Lurus” dibuat. Namun KH Luthfi Bashori sendiri dalam  keterangan resmi di situs pribadinya, telah menjelaskan akun Facebook NU Garis Lurus tidak memiliki kaitan dengan Grup ASWAJA  Garis Lurus.

Meski tidak ada kaitan antara keduanya,  tetap saja keberadaan Grup ASWAJA Garis  Lurus dan akun Facebook NU Garis Lurus
mencemaskan kelompok penganut paham  liberal dan pendukung Syiah.

Pertama, kaum SePILIS dan Syiah meradang, sebab kesesatan dua faham yang menjadi  benalu di tubuh NU ini dibongkar oleh NU
Garis Lurus.

Bukti kemarahan salah satu dari mereka yang  berfaham liberal adalah sebuah tulisan di  web resmi www.nu.or.id dengan judul
“Meluruskan “NU GarisLurus ”. Dalam tulisan itu, M. Alim Khoiri menulis: “‘Kerikil’ terbaru  NU saat ini adalah munculnya fenomena “NU  Garis Lurus”. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatas namakan “NU Garis  Lurus” ini tak segan – segan mencaci  kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU  macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan  Kang Said, ini tak lepas dari serangan  mereka. (M. Alim Khoiri , “Meluruskan “NU  Garis Lurus” – NU Onlinewww.nu.or.id/
a,public-m,dinamic-s,detail.)

Penulis artikel ini juga mengatakan bahwa  NU Garis Lurus adalah kelompok yang  mengatas namakan NU untuk menandingi
keberadaan faham – faham yang dianggap  sesat. M Alim menulis “Gerakan ini, boleh jadi  merupakan semacam bentuk tandingan atau
perlawanan terhadap faham – faham  pemikiran yang mereka anggap sesat macam  pluralisme, sekularisme, liberalisme atau  faham “Syi’ahisme”.

Menurut mereka, faham – faham tersebut tak  boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang  dianggap memiliki prinsip – prinsip
‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada  dalam NU”.

Dari dua pernyataan di atas, M. Alim  seorang Nahdhiyin yang tampak berpemikiran  liberal, sangat kelihatan emosional dan tidak  ilmiah dalam merespon NU Garis Lurus.*

(bersambung)… yang geram kehadiran NU Garis Lurus…

Penulis adalah warna NU, alumni PP Aqdaamul Ulama’ Pandaan-Pasuruan, Anggota Pejuang
Aswaja Garis Lurus


Artikel Terkait