KH Abdul Wahab Hasbullah, Tokoh Pendiri NU dan Panglima Lasykar Mujahidin (Hizbullah)

Shortlink:

KH Wahab ChasbullahKiai Haji Abdul Wahab Hasbullah (lahir di Jombang, 31 Maret 1888 – meninggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun) adalah seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika melawan penjajah Jepang.

Beberapa jasa perjuangan KH. Wahab Hasbullah di zaman penjajahan Jepang adalah:

– Membebaskan KH. Hasyim Asyari dan Kyai lainnya dari tahanan Jepang yang memakan waktu 5 bulan.
– Menjelajah nusantara menggembleng pemuda dan Kyai NU untuk meningkatkan semangat (ghiroh) memperjuangkan kemerdekaan melawan penjajah kafir.

Seorang Inspirator GP Ansor Yang (DULU) Penumpas PKI

Dari catatan sejarah berdirinya GP Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh dan pembinaan kader. KH. Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH. Mas Mansyur dari Muhammadiyah yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam. Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH. Abdul wahab hasbulloh –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor.

Pemberontakan PKI dan pembantaiannya yang mengerikan terhadap kaum muslimin belum pernah mendapat perlawanan dari anggota partai dan organisasi bersangkutan kecuali dari GP Ansor, yang mulai menunjukkan perlawanan memasuki tahun 1964—dalam hal ini KH M Yusuf Hasyim dari Pesantren Tebuireng Jombang tampil sebagai pendiri Barisan Serbaguna Ansor (Banser).

Resolusi Jihad

Ketika fatwa Resolusi Jihad dikeluarkan Rois Akbar PBNU KH Hasyim Asy’ari, dalam pertemua ulama dan konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, di kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) di Jalan Bubutan VI/2
Surabaya pada 22 Oktober 1945, Kiai Wahab yang waktu itu menjadi Khatib Am PBNU bertugas mengawal implementasi dan pelaksanaan di lapangan. Fatwa tersebut akhirnya menjadi pemantik pertempuran heroik 10 November, untuk mengusir Belanda yang ingin kembali menjajah dengan cara membonceng NICA alias Sekutu.

Tercatat lebih dari 20 ribu mujahidin syahid ketika itu dan ribuan tentara Inggris terbunuh. Belum pernah sepanjang sejarah perang dunia 2 Jendral Inggris terbunuh kecuali dalam perang jihad Surabaya dengan kerugian pihak penjajah yang sangat besar.

Wafat

KH. Abdul Wahab Hasbullah wafat pada tanggal; 29 Desember 1971, empat hari setelah beliau terpilih kembali sebagai Rais Aam pada Muktamar NU di Surabaya. Demikianlah, selintas pengabdian seorang Kiai Haji Wahab Hasubullah, Seorang mujahid dan ulama yang tidak membutuhkan gelar pahlawan. Wallahu Alam


Artikel Terkait