Catatan Muhadloroh PP Al Anwar Atas NU Online Yang Menyerang NU Garis Lurus

Shortlink:

Kang M. Alim Khoiri yang mengatakan di NU Online:

“Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham-faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalisme atau faham “Syi’ahisme”. Menurut mereka, faham-faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip-prinsip ‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU”.

“Mereka harus bisa memahami bahwa di dalam tubuh NU selalu penuh dinamika. Perbedaan pendapat menjadi sesuatu yang biasa dan berbeda jalan pemikiran adalah hal yang niscaya”.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kang M. Amin Khoiri mestinya bisa menempatkan bahwa dinamika setiap perbedaan dalam tubuh NU ruang lingkupnya sebatas masalah-masalah furu’iyyah yang memang menjadi medan para Ulama untuk berijtihad, bukan hukum-hukum yang sudah absolut atau qoth’i, bahkan ‘aqidah.

Pluralisme, sekularisme, liberalisme atau faham “Syi’ahisme” adalah paham-paham yang sudah merusak tatanan ruanglingkup tadi. Demikian juga Wahabi, kelompok yang terlalu keras dan kaku memegang pendapat kelompoknya. Mereka lepas dari qonun-qonun NU yang telah di gariskan para pendahulu seperti Hadlrotusysyaikh Hasyim Asy’ari dan Ulama’ sekurun Beliau di tubuh NU.

Jadi memang sudah seharusnya mereka dibersihkan dari tubuh NU, agar NU kembali sesuai dengan qonun yang dibuat para pendirinya.

Perbedaan kelompok dan paham-paham dalam Islam seharusnya dipahami dari hadits “Sataftariqu ummati…” yang telah menerangkan kesesatan-kesesatan kelompok-kelompok di luar Ahlussunnah Wal Jamaa’ah.

Keliru jika hadits “Khilaafu ummati rahmah” diklaim sebagai pembenaran semua paham- paham di atas. Karena arah pentahmilan hadits ini ada pada masalah furu’iyyah yang tidak bersifat qoth’i. Dan hal ini haruslah dimengerti dan dipahami.


Artikel Terkait