Banser Demo Tolak Deklarasi Cirebon Menolak Syiah & Diskusi Ilmiah “Memperkuat Aqidah Ahlusunnah wal Jama’ah “

Shortlink:

*Foto Narasumber, Buya Yahya bertemu dengan Prof. Muhammad Baharun dalam diskusi ilmiah Memperkuat Aqidah Ahlusunnah wal jama'ah dari Noda Kesesatan di Islamic Centre Cirebon. Dan kanan demo Banser di jaga aparat kepolisian.

*Foto Narasumber, Buya Yahya bertemu dengan Prof. Muhammad Baharun dalam diskusi ilmiah Memperkuat Aqidah Ahlusunnah wal jama’ah dari Noda Kesesatan di Islamic Centre Cirebon. Dan kanan demo Banser di jaga aparat kepolisian.

Meski Di Hadiri MUI Dan Buya Yahya, Banser Demo Tolak Deklarasi Cirebon Menolak Syiah & Diskusi Ilmiah “Memperkuat Aqidah Ahlusunnah wal Jama’ah “

CIREBON – Deklarasi Cirebon menolak Syiah dan diskusi ilmiah Memperkuat Ahlussunnah Wal Jamaah Dari Noda Kesesatan di gedung Islamic Center Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon pada Sabtu, (4/4) menghadirkan tiga pembicara, Prof. Dr. Habib Muhammad Baharudin, SH, MA (ketua komite hukum MUI Pusat), KH Buya Yahya (pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon) dan Ustadz Muhammad Ridwan (MUI Jabar).

Namun, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Cirebon menolak deklarasi itu. Bahkan KBNU menuding panitia telah melakukan pencatutan logo dan nama NU tanpa izin.

“KBNU menganggap ini ilegal, karena tanpa dilakukan koordinasi dan persetujuan pengurus NU di semua tingkatan. Apalagi, kegiatan yang diadakan atasnama forum organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Cirebon, jelas tidak sejalan dengan ajaran NU yang mengedepankan toleransi dan menghormati keberagaman,” Kata Katib Syuriah Pengurus Cabang NU Kota Cirebon, Ustd. Yusuf SE, kepada wartawan, malam ini.

Menurut penuturan salah seorang panitia acara Abu Usamah, pihak Banser menolak dicantumkannya logo NU dalam spanduk acara tersebut. Namun, pihak panitia mengaku telah mengantongi izin dari Ketua PBNU Kota Cirebon.

“Satu hari sebelum acara, pihak Ansor dan Banser menolak dengan sangat keras logo NU dicantumkan di spanduk acara diskusi. Mereka juga menyatakan tidak mendukung acara tersebut,” ujar Abu Usamah.

Menanggapi kejadian itu, salah satu pemateri diskusi Prof. Dr. Muhammad Baharun, SH, MA
menilai ada campur tangan Syiah untuk menggagalkan deklarasi tersebut.

“Modusnya itu sama dan akan terulang, intinya itu mereka ingin menggagalkan jangan sampai
orang tahu Syiah itu seperti apa,” tegasnya.

Sementara itu, Buya Yahya melalui fanspagenya menyampaikan bersyukur bisa menghadiri acara tersebut.

” Alhamdulillah, siang tadi acara Diskusi Ilmiah “Memperkuat Aqidah Ahlusunnah Waljama’ah
Dari Noda Kesesatan” bersama Buya Yahya, Prof. Muhammad Baharun dan Ustadz Muhammad Ridwan berjalan lancar, banyak yang hadir dalam kesempatan kali ini. Mereka begitu antusias mengikuti hingga usai acara.

Semoga Allah memperkuat Aqidah kita : Islam Ahlusunnah Wal jamaah Asy’ariyah / Maturidiyah, Shufiyah dan Bermadzhab.”. Kutip Fanspage Buya Yahya.

Buya Yahya juga membagikan puluhan foto acara tersebut. Deklarasi Cirebon Menolak Syiah merupakan bagian dari acara diskusi tentang kesesatan dan penyimpangan Syiah yang diselenggarakan oleh Forum Ormas Islam Cirebon (FOIC). FOIC sendiri terdiri dari Muhammadiyah, Persis, Majelis Mujahidin, Jama’ah Ansharusy Syari’ah, GAPAZ, ALMANAR, GARDAH, FPI, AL IRSYAD, DDI, FKAM.

Sementar itu, Terkait pencantuman logo NU pada acara deklarasi Cirebon menolak Syiah tersebut, NU
akan melakukan tindakan hukum kepada panitia pelaksana karena telah merugikan nama NU secara hukum dan etika.

Menurut Yusuf, kegiatan tersebut dianggap sebagai provokasi antar kelompok umat Islam yang berbeda pandangan keagamaan.

“Dalam pemahaman ahlussunnah wal jamaah itu di dalamnya ada konsep tasamuh yang artinya, sama-sama berlaku baik dan toleransi kepada kelompok yang berbeda, tetapi acara tersebut sangat tidak mencerminkan ahlussunnah wal jamaah karena tidak mencerminkan perilaku intoleran,” katanya.

Keluarga besar NU Cirebon sangat menentang upaya provokasi yang dengan mudah menyesatkan kelompok lain. Selain mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat Cirebon yang plural, Kata Yusuf, kegiatan tersebut mengancam kebhinekaan masyarakat yang sudah hidup secara damai dalam bingkai
keberagaman.

Secara tertulis, organisasi yang menolak keras pencantuman logo NU pada acara deklarasi menolak syiah yaitu, PCNU Kota Cirebon, PCNU Kabupaten Cirebon, PC GP Ansor Kota Cirebon, PC GP Ansor Kota Cirebon, PC GP Ansor Kabupaten Cirebon, Satkorcab Banser Kota Cirebon, Satkorcab Banser Kabupaten Cirebon, PMII Cirebon, IPNU Kota Cirebon, IPPNU Kota Cirebon, IPNU Kabupaten Cirebon, IPPNU Kota Cirebon, Muslimat NU Kota Cirebon, Muslimat NU Kabupaten.


Artikel Terkait