AHOK, Pemimpin Non Muslim dan Kebijakan Yang Melanggar Syariat

Shortlink:

Dalam Hadits riwayat abu dawud diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda : “ Idza kuntum tsalatsah fi safarin fal yu’ammiru ahadahum (Jika ada tiga orang dalam perjalanan, hendaklah mereka menjadikan pemimpin salah seorang diantara mereka). Dalam perjalanan saja diperintahkan agar mengangkat seorang pemimpin, apalagi dalam bermasyarakat dan bernegara, tuntutan perintah mengangkat pemimpin, tentunya lebih besar lagi.

Ketentuan Wajibnya Mengangkat Pemimpin Muslim
Allah SWT berfirman :
ﻻ ﻳَﺘَّﺨِﺬِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻣَﻦْ
ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻻ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺗُﻘَﺎﺓً
ﻭَﻳُﺤَﺬِّﺭُﻛُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ ( ٢٨ )

Artinya : “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi Pemimpinmu dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka, dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya…(Q.S An-Nisa 144), lihat juga Q.S al-Maidah 51 dan 57.

Allah SWt berfirman dalam surah An-Nisa 144, bahwasanya Allah Jadda Wa’ala melarang orang-orang mukmin memilih pemimpin dari golongan orang-orang yang kafir. Imam Al-Mawardi dalam kitabnya Al-Ahkamu Ash-Shulthaniyah mem-berikan kriteria pemimpin yang layak untuk dijadikan pemimpin berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, diantaranya :

1. Islam, maksudnya pemimpin yang layak dipilih itu adalah pemimpin yang beragama Islam, haram hukumnya memilih pemim-pin yang kafir berdasarkan Firman Allah Ta’ala Q.S Al-Imran ayat 28.

2. Baligh, maksudnya adalah me-milih pemimpin itu hendaklah orang yang sudah baligh lagi berakal, karena orang yang belum baligh tidak bisa dijadikan pe-mimpin.

3. Amanah (Jujur).

4. Berilmu, hendaklah pemimpin itu orang yang ‘alim (berilmu, karena pemimpin itu merupakan-Penerus ke-Nabian dalam hal memelihara Agama (Irasuddin) dan mengurusi dunia(Siasa-tuddunya), jadi pemimpin itu tidaklah hanya mengurusi APBN, mengurusi APBD, mengurusi jalan rusak dan lain sebagainya, tapi tujuan utama pemimpin adalah memelihara Agama(Irasa-tuddin) dan mengurusi dunia (Siasatuddunya).

5. Kecakapan Pribadi, maksudnya adalah memiliki keberanian untuk menegakkan Syariat Allah SWT demi kemashlahatan Umat.

6. Memiliki kemampuan untuk memimpin, dan yang terakhir adalah Tidak cacat pada anggota tubuh,misalnya lumpuh, buta, tuli, dan bisu. Inilah kriteria pemimpin yang layak untuk dipilih.

Memberi kepemimpinan umat Islam kepada orang non muslim berarti kemunafikan, kefasikan, kezaliman dan kesesatan serta masuk dalam azab Allah SWT berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Lihatlah bagaimana ahok membolehkan penjualan miras karena alasan saham.

“Kami punya saham, lanjut saja. Bir salahnya di mana sih? Ada enggak orang mati karena minum bir? Orang mati kan karena minum oplosan cap topi miring-lah, atau minum spiritus campur air kelapa. Saya kasih tahu, kalau kamu susah kencing, disuruh minum bir, lho,” kata Ahok di Balaikota, Senin (6/4/2015).

Sebagai muslim peringatan keras bagi para peminum khomar.
Orang yang minum khomr /arak di-hadd dengan dicambuk sebanyak 40 kali jika orang tersebut orang yang merdeka / bukan budak, bagi imam boleh menambahi cambukan dengan memaksimalkan sampai 80 kali cambukan. Lihat Kitab Fathul qorib :
{ ﻓﺼﻞ{ ﻓﻲ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻷﺷﺮﺑﺔ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪ ﺍﻟﻤﺘﻌﻠﻖ ﺑﺸﺮﺑﻬﺎ . (ﻭﻣﻦ
ﺷﺮﺏ ﺧﻤﺮﺍ ) ﻭﻫﻲ ﺍﻟﻤﺘﺨَﺬﺓ ﻣﻦ ﻋﺼﻴﺮ ﺍﻟﻌِﻨَﺐ ( ﺃﻭ ﺷﺮﺍﺑﺎ ﻣﺴﻜﺮﺍ )
ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺨﻤﺮ ﻛﺎﻟﻨﺒﻴﺬ ﺍﻟﻤﺘﺨﺬ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﺑﻴﺐ ( ﻳﺤﺪ ) ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺸﺎﺭﺏ
ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺣﺮﺍ ( ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ) ﺟﻠﺪﺓ . (ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﺒﻠﻎ ) ﺍﻹﻣﺎﻡ ( ﺑﻪ ) ﺃﻱ
ﺣﺪ ﺍﻟﺸﺮﺏ ( ﺛﻤﺎﻧﻴﻦ ) ﺟﻠﺪﺓ . ﻭﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻓﻲ ﺣﺮ،
ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻓﻲ ﺭﻗﻴﻖ ( ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﺘﻌﺰﻳﺮ ) . ﻭﻗﻴﻞ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ
ﺫﻛﺮ ﺣﺪ؛ ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻳﻤﺘﻨﻊ ﺍﻟﻨﻘﺺ ﻋﻨﻬﺎ . ( ﻭﻳﺠﺐ ) ﺍﻟﺤﺪ (ﻋﻠﻴﻪ )
ﺃﻱ ﺷﺎﺭﺏ ﺍﻟﻤﺴﻜﺮ ( ﺑﺄﺣﺪ ﺃﻣﺮﻳﻦ: ﺑﺎﻟﺒﻴﻨﺔ ) ﺃﻱ ﺭﺟُﻠﻴﻦ ﻳﺸﻬﺪﺍﻥ
ﺑﺸﺮﺏ ﻣﺎ ﺫﻛﺮ (ﺃﻭ ﺍﻹﻗﺮﺍﺭ ) ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﺭﺏ ﺑﺄﻧﻪ ﺷﺮﺏ ﻣﺴﻜﺮﺍ؛ ﻓﻼ
ﻳﺤﺪ ﺑﺸﻬﺎﺩﺓ ﺭﺟﻞ ﻭﺍﻣﺮﺃﺓ، ﻭﻻ ﺑﺸﻬﺎﺩﺓ ﺍﻣﺮﺃﺗﻴﻦ، ﻭﻻ ﺑﻴﻤﻴﻦ
ﻣﺮﺩﻭﺩﺓ، ﻭﻻ ﺑﻌﻠﻢ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ، ﻭﻻ ﺑﻌﻠﻢ ﻏﻴﺮﻩ. ( ﻭﻻ ﻳﺤﺪ ) ﺃﻳﻀﺎ
ﺍﻟﺸﺎﺭﺏ ( ﺑﺎﻟﻘﻲﺀ ﻭﺍﻻﺳﺘﻨﻜﺎﻩ ) ﺃﻱ ﺑﺄﻥ ﻳﺸﻢ ﻣﻨﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟﺨﻤﺮ

======================
Firman Allah SWT: TQS. 3. Aali ‘Imraan : 118.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

Ahok, Selain Islam Melarang Pemimpin Non Muslim, Kebijakan Ahok Sangat Bertolak Belakang Dengan Syariat Islam. Sebagaimana Kita Ketahui Mayoritas Jakarta Adalah Umat Islam.
NU Garis Lurus Mengapresiasi Warga NU Yang Menolak Ahok!!!


Artikel Terkait