Syeikhina Najih Maemun: Iman dan Tidak Iman Itu Beda Tipis

Shortlink:

KH Najih MaemunSering Syeikhina Najih Maemun mengingatkan pada santri bahwa ” perbedaan iman dan tidak itu sangat tipis sehingga banyak orang yang terjerumus dalam hal yang bertentangan dengan syara’ karena ketidaktahuan mereka”

Menyimak realita yang ada bahwa banyak dari kalangan intelektual NU mendukung ahok adalah sebuah ironi, mungkin karena ajaran sekulerisme yang tanpa pijakan yang membuat mereka bersikap seperti itu.

Dalam kajian tentang sekulerisasi Al-attas mengkritisi pemikirian sang cendikiawan (cak nur) dalam penjustifikasian sekuler dari dua kalimat syahadat yg mengandung afirmasi dan negasi…karena bagaimanapun keadaanya islam tetap mengedapankan konsep “the proper disenchentmen of nature” dari pada konsep “the unjust disenchentmen of nature”.

Mungkin “orang-orang” itu lebih terpaku pada pemikiran-pemikiran dan pandangan hidup barat yang berorientasi pada “antropho sentris” dan menafikan theo sentris nya Al-Jaelani.

Dan inilah yg sering dikeritik oleh Syeikhina Maemun ” wong islam kok belajar islam teko wong liyane islam”

jadi apabila ada yang mengatakan bahwa KH. Maemun bersebrangan dengan putra-putranya sangat-sangat keliru.
Allahumma irhamhuma wa ‘aid alaina min barokatihima


Artikel Terkait