SURAT TERBUKA DARI ORANG AWAM UNTUK GUS MUS DAN NAHDLATUL ULAMA (NU)

Shortlink:

Yang terhormat Gus Mus (KH Mustofa Bisri), dan para Pemimpin ummat Nahdlatul Ulama (NU).

Sudah lama banget pertanyaan saya ini berkecamuk di hati. Namun karna satu dan lain hal, saya agak sungkan menyampaikannya. Tapi semakin saya belajar Islam, semakin tidak dapat saya menahan keinginan untuk menanyakan hal ini.

Saya harap pertanyaan ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang melecehkan, tapi suatu kesungguhan dari hati tulus seorang hamba Allah yang ingin belajar Islam secara Haq dan Kaffah.

Saya cuma ingin confirmasi saja, agar saya tahu menempatkan posisi saya sebagai orang awam bila berbincang atau berhadapan dengan para Nahdiyin.

Gembong Jaringan Islam Liberal (saya lebih suka menyebutnya Jaringan Iblis Liberal), mas Ulil Abshar Abdalla, adalah menantu Gus Mus, Dan dia juga sangat membanggakan ke Nahdiyin-an nya. Dan setahu saya yg masih muda dan kurang pengalaman ini, dari orang tua saya, juga dari teman-teman saya, NU itu adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Dan setahu
saya yang bodoh ini, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu, mengharamkan banyak hal yang justru dipropagandakan untuk digiatkan oleh JIL. Contohnya:

1. LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transexual), dibolehkan agama, jadi artinya, hubungan sex dan pernikahan sesama jenis itu boleh, dan tidak haram dalam Islam.

2. Khamar dan miras/minol itu tidak haram dalam Islam.

4. SEMUA AGAMA ITU SAMA DAN SEMPURNA.
Jadi orang Islam yang pindah ke agama lain itu SANGAT diperbolehkan, malah dianjurkan, agar terjadi pembauran yang lebih asyik, dan itu bukan MURTAD. Tidak ada istilah MURTAD dan KAFIR dalam Islam.

5. Karena semua agama itu SAMA dan SEMPURNA, jadi PERNIKAHAN BEDA AGAMA PUN DIPERBOLEHKAN DALAM ISLAM.

Itu cuma 5 dari sekian banyak pertanyaan yang mengganjal di hati saya.

Sebenarnya masih sangat banyak lagi pertanyaan yang ingin saya ajukan mengenai pemahaman menantu Gus Mus yang mengaku
NU itu, dan sangat keras menantang pemahaman Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah seperti yang saya pahami.

Bisakah Gus Mus dan para pemimpin NU menjelaskan mengenai keyakinan NU mengenai ke-5 pertanyaan saya di atas?
Agar sebagai ummat Islam yang ingin memahami Islam secara Kaffah, saya bisa menempatkan diri jika berhadapan dengan
seorang Nahdiyin.

Dan jikalau pemahaman para kyai sepuh dan pemimpin NU adalah sama dengan pemhaman mas Ulil Abshar dengen JIL nya, apakah Gus Mus atau kyai sepuh lainnya di NU akan bersedia jika nanti berpulang ke Rahmatullah, dikebumikan dengan Sakramen Kematian agama Khatolik? Tidak dishalatkan? Karena Semua agama itu sama dan sempurna?

Karena ketika diwawancarai diacara “Kick Andy di Metro TV”, saya menangkap kesan kalau Gus Mus itu “menyetujui” pemahaman mas Ulil Abshar tentang Islam, walau secara tersamar.

Mohon pencerahannya, apakah pemahaman NU, terutama Gus Mus yang menjadi mertua mas Ulil, Islam yang dinamakan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu adalah pemahaman yang sama seperti pemahaman JIL (Jaringan Iblis Lebay) itu? Sekali lagi mohon pencerahannya.

Dengan segala hormat, kami yang muda dan Ingin mempelajari Islam secara HAQ DAN KAFFAH. Terimakasih….

Sumber: thewildjaguar.blogspot.com


Artikel Terkait