MENJAWAB TUDINGAN TOBARY SYADZILY NU Garis Lurus GOLONGAN ORANG MUNAFIK

Shortlink:

thobary facebook

بسم الله ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ، أشهد ان لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله, أما ﺑﻌـﺪ :

Jawaban:
Segala puji bagi Allah dan semoga shalawat serta salam tercurah atas Rasulullah ﷺ , keluarganya serta para sahabatnya. Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Dan Kami bersaksi bahwa Muhammad ﷺ utusan Allah, Amma ba’du:

ﻭﻗﺪ ﺃﻧﻜﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﻋﺘﺒﺎﻥ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﺭﺟﻞ: ﻣﺎ ﻓﻌﻞ ﻣﺎﻟﻚ ﻻ ﺃﺭﺍﻩ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ : ﺫﻟﻚ ﻣﻨﺎﻓﻖ ﻻ ﻳﺤﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻻ ﺗﻘﻞ ﺫﻟﻚ ﺃﻻ ﺗﺮﺍﻩ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺒﺘﻐﻲ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﺃﻣﺎ ﻧﺤﻦ ﻓﻮﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻧﺮﻯ ﻭﺩﻩ ﻭﻻ ﺣﺪﻳﺜﻪ ﺇﻻ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺪ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺒﺘﻐﻲ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ.ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ.

HUKUM MENUDING MUNAFIK

Tidak boleh mengucapkan perkataan ini kepada seorang muslim yang telah bersyahadat. Sesungguhnya Rasulullah ﺻﻠﻰﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ pernah mengingkari perbuatan seperti itu terhadap sebagian sahabatnya.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Itban bahwasanya seseorang berkata, “Apa yang dilakukan oleh Malik, kok aku tidak melihatnya?
” Seseorang menjawab, “Dia itu munafik yang tidak mencintai Allah dan rasul-Nya. ” Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ pun bersabda, “Jangan mengucapkan itu. Apakah engkau tidak lihat ia mengucapkan Laa ilaaha illa Allah sedangkan ia mengharapkan dengan itu wajah Allah ﺗﻌﺎﻟﻰ?”
Orang itu pun menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih tahu. Adapun kami, demi Allah, tidaklah melihat loyalitasnya dan pembicaraannya melainkan dengan orang-orang munafik. ”
Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ pun bersabda,
“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka untuk menjilat orang yang mengucapkan Laa ilaaha Illa Allah karena mengharapkan dengan itu wajah Allah. ” (Muttafaqun ‘alaih)

ﻭﻗﺪ ﺭﻭﻯ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﻋﻦ ﻣﻌﻤﺮ ﻋﻦ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ: } ﻭﻻ ﺗﻠﻤﺰﻭﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ { ﻗﺎﻝ : ﻻ ﻳﻄﻌﻦ ﺑﻌﻀﻜﻢ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ } ﻭﻻ ﺗﻨﺎﺑﺰﻭﺍ ﺑﺎﻷﻟﻘﺎﺏ { ﻗﺎﻝ: ﻻ ﺗﻘﻞ ﻷﺧﻴﻚ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ: ﻳﺎ ﻓﺎﺳﻖ ﻳﺎ ﻣﻨﺎﻓﻖ. ﻛﺬﺍ ﻓﻲ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ .

Abdur Razaq meriwayatkan dari Ma’mar dari Qatadah tentang firman-Nya: {Janganlah kalian saling mencela satu sama lain.} ia berkata, “(Maksudnya) yaitu janganlah sebagian dari kalian mencela sebagian lain. {dan janganlah kalian saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. } ia berkata, “(Maksudnya) yaitu
janganlah engkau berkata kepada saudaramu muslim, ‘Wahai fasik, wahai munafik. ‘ demikian disebut dalam Fathul Bari .

HUKUMAN TAKZIR

Berbagai kitab mazhab Syafi’iyah meriwayatkan Fatwa dari Sayyidina Ali bahwa mereka yang menyebut saudaranya dengan panggilan buruk seperti Wahai Fasik, Wahai Khobits dll Berhak mendapat takzir dan hukuman. Hal ini di sebutkan secara shorikh dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih:

ﻭﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﻣﺮﻗﺎﺓ ﺍﻟﻤﻔﺎﺗﻴﺢ ﺷﺮﺡ ﻣﺸﻜﺎﺓ ﺍﻟﻤﺼﺎﺑﻴﺢ : ﺇﺫﺍ ﻗﺬﻑ ﻣﺴﻠﻤﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﻟﺰﻧﺎ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﻓﺎﺳﻖ ﺃﻭ ﻳﺎ ﻛﺎﻓﺮ ﺃﻭ ﻳﺎ ﺧﺒﻴﺚ، ﺃﻭ ﻳﺎ ﺳﺎﺭﻕ ﻭﻣﺜﻠﻪ ﻳﺎ ﻟﺺ ﻳﺎ ﻓﺎﺟﺮ ﺃﻭ ﻳﺎ ﺯﻧﺪﻳﻖ ﺃﻭ ﻳﺎ ﻣﻘﺒﻮﺡ …ﻳﺎ ﻣﻨﺎﻓﻖ ﻳﺎ ﻳﻬﻮﺩﻱ ﻋﺰﺭ ﻫﻜﺬﺍ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﻗﺎﺿﻲ ﺧﺎﻥ ﻭﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻨﺎﻃﻘﻲ ﻭﻗﻴﺪﻩ ﺑﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻟﺮﺟﻞ ﺻﺎﻟﺢ . ﺍﻫـ

Disebutkan dalam Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih: “Jika seseorang menuduh seorang muslim selain tuduhan zina, seperti berkata: ‘Wahai fasik atau wahai kafir atau wahai orang yang bejat atau wahai pencuri dan seperti: wahai copet, wahai fajir atau wahai zindiq atau wahai orang yang hina…..WAHAI MUNAFIK , wahai Yahudi, maka orang yang mengucapkan itu harus dihukum secara mutlak berdasarkan fatwa Qadhi Khan dan disebutkan pula oleh An-Nathiqi dan hukuman itu terbatas jika ucapan tadi dilontarkan kepada orang yang sholeh.”

Hasbunallah Wa nikmal Wakiil…


Artikel Terkait