Mengenal Haji Lulung, Pengurus NU DKI Yang Sering Jadi Bulan-bulanan Orang Liberal

Shortlink:

Haji Abraham Lunggana alias Haji Lulung

Haji Abraham Lunggana alias Haji Lulung

Tokoh fenomenal Haji Abraham Lunggana alias Haji Lulung, boleh dibilang newsmaker of the Year. Setelah menguasai Trending Topic Twitter dengan hashtag #SaveHajiLulung, yang mendukung maupun yang mencibir menggunakan hashtag yang sama. Dari sinilah justru Haji Lulung makin terkenal.

Tak sedikit orang meraup berkah dari kepolosan Haji Lulung, misalnya ada yang terinspirasi membuat gantungan kunci dan kaos dengan kata-kata lucu bergambang Haji Lulung,  namun banyak pula yang menjadikannya bahan olokan, terutama liberalis dan follower tokoh sebelah.  Fanspage liberal kongkow bareng Gus Dur sering memuji gubernur Jakarta Ahok setinggi langit, tetapi tak berlaku adil pada Haji Lulung, seolah Haji Lulung bukan apa-apa.

bully-pada-haji-lulungLink Sumber

Siapakah Haji Lulung?
Dikutip dari Wikipedia.org, H. Abraham “Lulung” Lunggana, SH atau lebih populer dengan julukan Haji Lulung (lahir di Jakarta, 24 Juli 1959; umur 55 tahun) adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sejak tahun 2014. Selain berpolitik, Haji Lulung juga merupakan seorang pengusaha yang memiliki sejumlah perusahaan yang mengelola keamanan, perparkiran, dan penagihan utang di wilayah Tanah Abang.

Haji Lulung merupakan anak ketujuh dari sebelas bersaudara, ayahnya bernama Ibrahim Tjilang, seorang tentara BKR berpangkat Peltu. Ibunya merupakan keturunan dari KH. Abdullah Syafi’i, pendiri Perguruan Islam Asy-Syafiiyyah.

Sebagai pengusaha, Haji Lulung memiliki PT Putraja Perkasa, PT Tirta Jaya Perkasa, koperasi Kobita, PT Tujuh Fajar Gemilang, dan PT Satu Komando Nusantara yang bergerak dalam bidang jasa keamanan, perparkiran, dan penagihan utang. Dalam berorganisasi, Haji Lulung aktif di PPM, AMPI, Karang Taruna, dan turut mendirikan ormas Gerak Betawi dan menjadi Sekretaris Jenderal Bamus Betawi.

Dalam bidang politik, Haji Lulung aktif sebagai pengurus Nahdatul Ulama Wilayah DKI Jakarta,  Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketika PPP pecah, ia diajak untuk mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR) dan terpilih sebagai Ketua Umum DPC PBR Jakarta Barat. Setelah pemilu 2004, ia kembali ke PPP dan terpilih menjadi Ketua Umum DPC PPP Jakarta Pusat dan pada pemilu 2009, ia terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dan kemudian diangkat menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Selain jadi pengusaha dan politikus, ia juga memiliki advokasi bernama Lunggana Advocat & Friends selaku pengacara yang berlokasi di Tanah Abang. (dari berbagai sumber)


Artikel Terkait