MENANGGAPI TUDINGAN @muslimedianews, BENARKAH KH. ATHIAN ALI WAHABI ?

Shortlink:

Foto bersama Habib Ahmad Zain Alkaff Ketua Majelis Syuro ANNAS Pengurus PWNU Jatim Saat berdialog dengan DPR RI Pusat tentang bahaya syiah.

Foto bersama Habib Ahmad Zain Alkaff Ketua Majelis Syuro ANNAS Pengurus PWNU Jatim Saat berdialog dengan DPR RI Pusat tentang bahaya syiah.

Karena keras terhadap syiah, Media muslimedianews menuding KH. Athian Ali beraliran wahabi. Siapa sebenarnya beliau ?!

K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc., MA adalah Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS). KH. Athian Ali merupakan warga asli Bandung. Ia lahir di ibukota Jawa Barat ini pada tanggal 4 Juli 1954. Dari SD sampai tamat SMA, Athian tidak pernah beranjak lama dari Bandung. Baru selepas masa SMA, Athian mendaftar pada Universitas Al-Azhar di Mesir untuk program S1. Walhasil, ia diterima untuk menjadi mahasiswa studi hukum Islam di sana. Pendidikan S2 Athian pun masih bertempat di lokasi yang sama. Masih di Universitas Al-Azhar, ia mempelajari studi Islam.

Ketika mempelajari Islam di Mesir, Athian kagum dengan pemahaman Islam masyarakat Mesir yang merata. Masyarakat Mesir menurutnya lebih memahami Islam sampai ke lapisan masyarakat awam dibandingkan dengan masyarakat Indonesia. Bahkan di daerah pelosok, masjid di sana bersedia untuk memahamkan Islam terhadap penduduknya secara hakikat.

Menimba ilmu di Universitas Al-Azhar harus benar-benar fokus. Kurikulum di sana membuat para mahasiswanya untuk senantiasa belajar. Bahkan ketika tiga bulan sebelum ujian akhir pun, para mahasiswanya belajar selama 18 jam per hari.

Selepas dari Mesir, Athian Ali sempat menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat dari tahun 1984 sampai 1994. Athian pun mengajar di beberapa universitas kota Bandung seperti ITB, Unpad, dan Unisba. Namun karena kesibukannya berdakwah, Athian kini hanya mengajar di Unpad saja.

KH. Athian pernah berkunjung ke Iran. Beliau mengisahkan beberapa tahun lalu ia berkunjung ke Republik Syiah Iran untuk memenuhi undangan Kedubes RI di negara yang didapati Sinagog Yahudi itu.

Di kota-kota di Iran, negara penganut Syiah, ungkap KH Athian, tak ada masjid umat Islam, kecuali di pinggiran, terpencil. Ironisnya, di negeri Syiah ini ada banyak komunitas Yahudi berikut Sinagog, tempat ritual mereka.

Masjid kaum Muslimin tak diperkenankan di Republik Syiah Iran ini. Dalam kunjungan selama sepekan, KH Athian Ali berkesempatan mengetahui lebih banyak perihal Syiah di Iran.

Ketika KH Athian menjadi Khatib shalat Idul Fitri di Kedubes RI di Teheran, dentuman “bom” sejenis mercon sangat mengganggu pelaksanaan ibadah Idul Fitri.

“Dentuman-dentuman itu sengaja dilemparkan di sekitar kedutaan RI oleh aparat mereka, karena mereka memang tak suka umat Islam melaksanakan ibadah Idul Fitri, meskipun itu adalah Kedutaan (area diplomatik) dari negara lain yang semestinya mendapat hak perlindungan,” ungkap alumnus Al Azhar Kairo ini.

***

Silahkan periksa artikel dan dakwah beliau. TIDAK AKAN ANDA TEMUKAN penyebaran ajaran wahabi di dalamnya. Maka jangan setiap orang yang anti syiah lalu di tuding sembarangan bahwa dia wahabi.

 


Artikel Terkait