MEMBONGKAR KEDOK KYAI GEREJA PENGIKUT AJARAN GUS DUR

Shortlink:

Oleh NU Garis Lurus

Tahun 2013 lalu muncul menggegerkan spanduk Perayaan Natal Bersama KH Nuril Arifin alias Gus Nuril didaerah Jawa Tengah. Lalu siapa orang ini?

Natal Kebangsaan NurilNuril Arifin adalah pengasuh Pesantren Multi Agama SOKO TUNGGAL, Semarang , Jawa tengah. yang memiliki SANTRI/Murid dari berbagai Agama, diantaranya: Islam,Budha,Katolik,Kristen,Konghucu,Hindu,Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan YME dsb. Bagi Gus-Nuril, yang merupakan Murid Setia GusDur-Presiden RI Ke:4, semua Agama memiliki Ajaran kebaikan! Jadi, jika para pemeluk agama yang berbeda bisa hidup berdampingan dengan damai, maka kesejahteraan Umat Manusia akan lebih cepat terwujutd SokoTunggal yang awalnya berpusat di Semarang – JawaTengah, kini telah pula memiliki Markas di Jakarta Timur, yang pembukaanya diresmikan Gus Dur, serta dihadiri sejumlah Tokoh Nasional.

Di tahun 2008, ponpes ini menyandang nama lengkap “Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal”. Pesantren ini membawa misi pluralisme. Sehingga tidak heran bila di pesantren itu dijadikan kegiatan kelompok sesat Ahmadiyah. Sebagaimana diberitakan Radar Semarang edisi 03 Januari 2009, aparat membubarkan acara pengajian JAI (Jamaah Ahmadiyah Indonesia) yang berlangsung di Ponpes Soko Tunggal, Sendangguwo, Semarang.

Selain kegiatan pengajian, juga direncanakan berlangsung donor darah yang akan dihadiri oleh sekitar 1000 orang. Namun kegiatan yang direncanakan berlangsung mulai 02 Januari 2009 hingga 04 Januari 2009 ini, keburu dihentikan tim gabungan Polda Jateng, Polwiltbes Semarang, dan Polres Semarang Selatan, karena tidak mengantungi izin.

Gus Nuril memang pendukung Ahmadiyah. Pada salah satu kesempatan ia pernah berkata, keyakinan, apapun bentuknya, tidak bisa dihakimi oleh siapapun. Jika keyakinan dihakimi dan pemerintah diam saja, itu berarti pemerintah melanggar UUD 1945 yang mengamanatkan untuk melindungi seluruh warganya tanpa pandang bulu. Jika alasan pelarangan Ahmadiyah karena dinilai bertentangan dengan Islam, maka Budha, Kristen, Hindu, dan sebagainya, juga bertentangan dengan Islam. “Kalau mau konsekuen, ya harusnya dilarang semua to?” Begitu kata Nuril kepada Radar Semarang. (http://abunaweed.blogspot.com/…/gus-dur-siap-jadi-saksi-ahl…)

Dari pernyataan Gus Nuril tadi, menunjukkan bahwa ia terkena asma (asal mangap), tidak mengerti persoalan namun sudah berani berkomentar. Agama Budha, Kristen, Hindu tidak pernah membajak Al-Qur’an sebagaimana Ahmadiyah. Juga, tidak menjadikan Muhammad Rasulullah sebagai nabi mereka. Sedangkan Ahmadiyah, meski mengakui Muhammad Rasulullah sebagai Nabi, namun juga mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai penerus Nabi Muhammad. Sehingga, umat Islam yang tidak mengimani ‘kenabian’ Mirza Ghulam Ahmad, maka mereka tergolong kafir. Padahal, dalam akidah Islam, tidak ada lagi Nabi setelah Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Multi Agama

Selain mengizinkan kelompok sesat Ahmadiyah melaksanakan kegiatan di pesantrennya, Nuril juga pernah mengizinkan pesantrennya digunakan untuk menjadi tuan rumah pembentukan Forum Keadilan dan Hak Asasi Umat Beragama (Agustus 2005). Dilanjutkan dengan dikumandangkannya Deklarasi Sokotunggal, sehari kemudian, yang berisi tujuh poin:

1. Mewujudkan kehidupan beragama dengan mengedepankan perlindungan hukum, solidaritas dan toleransi, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

2. Membantu menyelesaikan perselihan umat beragama di tingkat bawah.

3. Memberi ruang gerak demi terciptanya persaudaraan antarumat beragama.

4. Membantu memudahkan dan menciptakan koridor serta sarana dan prasarana dalam mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis.

5. Melakukan mediasi antarumat beragama, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari prinsip Bhineka Tunggal Ika.

6. Menciptakan iklim sejuk.

7. dan menghilangkan kecemburuan antarumat beragama.

Deklarator Soko Tunggal terdiri dari berbagai tokoh lintas agama, seperti KH Nuril Arifin (Islam), Pandita D Henry Basuki (Buddha), Pdt ZS Djoko Poernomo STh (Kristen Protestan), Romo Sukardi (Katolik), Js Gan Kok Hwie (Khong Hu Cu), Drs AA Ketut Darmadja (Hindu), Gunarto (cendekiawan Kristen), dan Frans Bontha (FKKI Semarang).

Pembentukan Forum Keadilan dan Hak Asasi Umat Beragama (Forkhagama) dan deklarasi Soko Tunggal dilakukan tak lama setelah sekelompok massa pada 31 Juli 2005 menghancurkan dan merobohkan sebuah tempat beribadah di Karangroto.

Dalam rangka mengemban misi menjaga kesatuan bangsa dan kerukunan hidup antarumat beragama, Forkhagama mendirikan pesantren multiagama Bhinneka Tunggal Ika. Pada tanggal 17 Agustus 2005, bertempat di Pondok Pesantren Soko Tunggal dilakukan pemancangan Prasasti Deklarasi Soko Tunggal yang ditandatangani oleh Gus Dur. Tokoh-tokoh agama yang turut menandatangani prasasti berasal dari agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan Khonghucu. Melalui pesantren ini diharapkan lembaga tersebut dapat memberikan kebaikan bagi masa depan bangsa.

Gus Nuril selaku Ketua Forkhagama mengatakan, pesantren multiagama Bhinneka Tunggal Ika didirikan dengan tujuan menciptakan persatuan di Indonesia. Pesantren akan dibangun di atas tanah seluas 9.000 m2 di Kelurahan Purwosari, Mijen yang merupakan tanah wakaf Gus Nuril. Juga, didirikan rumah zikir, mandala-mandala, dan tempat berdoa sesuai dengan agama masing-masing. Di tengah pesantren dibangun sebuah hall yang akan digunakan untuk pertemuan antarumat beragama.

Sebagai orang yang bergelar Kyai haji, mestinya harus takut kepada kecaman dan ancaman Allah Ta’ala kepada orang-orang yang polah tingkahnya bertolong-menolong dengan orang kafir:
] تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ !وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ[

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Maidah: 80-81)

Menolak UU Pornografi dan Mendukung PDS

Gus Nuril yang namanya juga tercantum di dalam petisi AKKBB sebagaimana dipublikasikan beberapa media cetak nasional pertengahan 2008 lalu, ikut menolak disahkannya RUU Pornografi. Bahkan ketika RUU itu disahkan menjadi UU (30 Oktober 2008), ia ikut mendukung diupayakannya Judicial Review terhadap UU tersebut. Menurut Nuril, Undang-Undang Pornografi merendahkan martabat suku dan budaya bangsa Indonesia, sebab tidak semua masyarakat menerimanya. Karena itu, Gus Nuril setuju Undang-Undang Pornografi ditinjau kembali ke Mahkamah Konstitusi. (http://nasional.vivanews.com/…/9617-pondok_pesantren_dukung…)

Selain itu, Gus Nuril yang pernah menjadi wartawan Kedaulatan Rakyat biro Semarang ini, menentang UU Pornografi dengan alasan karena undang-undang itu mengancam eksistensi Kitab Kuning, sebab di dalam kitab kuning perihal seks juga dibicarakan secara jelas. (http://www.oyr79.com/news/uu-pornografi-ancam-kitab-kuning/).
Nah, lagi-lagi Gus Nuril terkena asma (asal mangap). Kalau dia mau berfikir, maka mesti faham, bahwa membincangkan perihal seks bukan otomatis berati pornografi. Dalam konteks yang semestinya, perihal seks sama sekali bukan porno. Sebagaimana kitab fiqih, bahkan hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan tentang tuntunan mengenai seks, juga bukan pornografi. Misalnya do’a ketika mau berhubungan suami isteri, tata cara yang baik dan benar menurut Islam, dan sebagainya.

Sikap Gus Nuril di dalam menentang UU Pornografi, sejalan dengan sikap Ruyandi Hutasoit, pimpinan Partai Damai Sejahtera (PDS). Maka dari itu, tidak heran jika PDS Wilayah Jawa Tengah melaksanakan Rakerwilnya di Ponpes Sokotunggal, Sendangguwo, Pedurungan, Semarang. Kegiatan Rakerwil yang diadakan di Ponpes Sokotunggal tersebut, menurut Ketua DPW PDS Jawa Tengah Budi Tjahjono Prawiro –yang juga mantan anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)– merupakan upaya pendekatan kepada semua agama yang sudah lama dilakukan PDS. Ketika itu, PDS juga memproklamirkan diri sebagai partai terbuka bagi semua agama. (http://www.partaidamaisejahtera/)

Rakerwil di Ponpes Sokotunggal ini, karena ditujukan antara lain untuk memantapkan posisi PDS sebagai partai non agama tetapi partai nasionalis multi agama, maka bersamaan dengan itu diadakan pula halal bi halal dan penyerahan santunan terhadap 250 anak yatim-piatu. (Suara Merdeka, Kamis, 23/10/2008 | 22:50 WIB)

Melanggar Syari’ah
Ketika marak pemberitaan tentang Syekh Puji yang menikahi Lutfiana Ulfa, gadis belia berusia 12 tahun yang telah mengalami menstruasi pertamanya pada usia 10 tahun, Gus Nuril mengecam tindakan Pujiono. Ia menilai perbuatan Syekh Puji itu sebagai pelanggaran syariat, pelanggaran seks, dan merusak nama baik ulama.

Pernikahan Syekh Puji yang kontroversial, boleh jadi tidak berkenan di hati Nuril. Namun, hal itu bukan landasan menyikapi sesuatu. Secara syari’ah, menikahi gadis 12 tahun yang sudah dua tahun memasuki masa aqil-baligh, bukan pelanggaran syari’ah. Boleh jadi, dalam pandangan hukum positif, perbuatan Syekh Puji melanggar Undang-undang Perkawinan, namun sebagai Muslim –apalagi sebagai ulama– parameter satu-satunya adalah syari’at Islam.

Banyak masyarakat yang bertanya Tanya siapa sebenarnaya DR. KH Nurul Arifin MBA?

Dia adalah panglima laskar berani mati pembela mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) saat berusaha diturunkan dan mengaku mempunyai 250 ribu pasukan. Saat akhirnya Gus Dur benar-benar lengser, dan langsung diterbangkan ke Amerika untuk berobat. kekuasaan Gus Dur yang goyah, akibat skandal Brunei Gate dan Bulog Gate, yang akhirnya melengserkan Abdurrahman Wahid, dan saat aksi demo mendukung Gus Dur di depan istana Nuril Arifin, tak juga mampu mempertahankan Gus Dur, dan Gus Dur yang pernah di “baptis” itu lengser Januari 2002.

Gus Nuril termasuk kiyai Liberal yang selalu mengkampanyekan persatuan umat antara agama. Kyai yang sudah keluar masuk gereja untuk memberikan ceramah, memang sudah tidak asing lagi di hadapan para tokoh Kristen. Dengan dalih bahwa umat manusia itu berasal pencipta yang satu yaitu Tuhan yang Maha Esa, dari nenek moyang satu yaitu Nabi Adam, dan berasal dari bapak para nabi yang satu yaitu Ibrahim, maka dia mengajak umat antar beragama ini selalu damai dan satu tujuan.

Acara perayaan natal bersama KH Nurul Arifin MBA sendiri juga dihadiri kaum muslimin awam yang berpeci dan ibu-ibu berjilbab. Gila nggak ??? lihat video Youtube http://www.youtube.com/watch… http://www.youtube.com/watch?v=kGV48INNiDE

TANGGAPAN KALANGAN KRISTEN

Dari dan di kota kecil Tayu, Pati Jawa Tengah, mereka telah melakukan perkara besar, perkara besar yang belum pernah ada sebelumnya di negeri ini, perkara besar yang bisa menjadi contoh di tempat lain, jelas kalangan Kristen. saat menanggapi Natal Bersama KH Dr. Nuril Arifin MBA.

Tahun 2008 lalu juga sudah ada Kiyai Gereja seperti kelakuan Nuril Arifin yaitu Kyai Haji Muntolib yang juga melakukan sambutan Natal di gereja PMA Kudus Jawa Tengah. Lihat Video Youtube http://www.youtube.com/watch?v=tVvR-qHnwX8

MUSTASYAR PWNU JAWA TENGAH HABIB ABDUL QADIR ASSEGAF KECAM SANGAT KERAS

Geram dengan ulah para kiyai gereja yang membawa nama NU, Anggota Mustasyar PWNU Jawa Tengah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pun mengecam keras perilaku mereka.

“Orang yang natal bersama itu orang tidak waras, utekke rusak campur uget-uget.’ Sakniki nggih kathah ahlus sunnah wal jama’ah sing ora cetho. Ngakune yo NU ngakune ahlus sunnah tapi khotbah di gereja. Kan enten to niku ? wong ra waras kuwi. Jangan ikut-ikut orang-orang seperti itu, mereka mengaku ahlis sunnah mereka bukan ahlis sunnah itu ahli dholalah niku. Ungkap habib Syekh. Video Youtube http://www.youtube.com/watch?v=ppQcLiB4x5s

Neng grejo ceramah, (dia bilang) ; “lha rapopo saya mau memasukkan orang islam”. Kowe mlebu kafir malahan kok masukkan orang islam. Ini mulai terjadi di Indonesia orang-orang yang mengaku dia orang hebat, orang-orang liberal yang mengatakan semua agama itu sama, tuhannya sama. Lhoh, kowe nek semua agama sama mlebuo nasrani rong ndino ngono lho, mlebuo hindhu rong ndino wong podho. Iki wong-wong sing uteke rusak wisan. Dan itulah orang-orang katanya ahlus sunnah, ini toleransi.

Ojo melu-melu, terutam orang-orang jawa timur. Saya ahlus sunnah wal jamaah, saya pula musytasyar NU. Tetapi saat ini mulai banyak orang-orang NU yang otaknya sudah mulai dirusak oleh orang-orang luar. Yang mereka mengatakan semua agama sama. Mereka dakwah di dalam gereja, bukan dakwah mereka justru menghinakan agama islam didepan orang-orang kafir.

Ati-ati, iki mulai banyak orang-orang yang mengaku NU tapi rusak niku. Saya tidak peduli dia kyai opo habib ora mudheng. Siapapun yang melakukan seperti itu ojo dicedhaki ! didohi ! Mereka penyakit-penyakit yang ada di negri ini. Mereka yang akan merusak bangsa kita dengan dalil toleransi, sebenarnya mereka tidak toleransi.

Justru mereka menjual agama islam kepada agama-agama yang lain dengan mencari duit. Tergantung amplope piro, ngerti ? Dadi maulid ini bangkit, malu kalih kanjeng nabi, Ngisin-ngisini njenengan ngaku umat rasulullah. Tapi kalau setiap saat njenengan membikin sakit hati nabi Muhammad.

Jangan ngaku umat rasulullah kalau setiap saat anda ini cuma mencoreng nama nabi Muhammad. Islam adalah agama yang benar, Innad diina indallahil islam (Agama di sisi Allah hanya islam). Selain islam tidak ada yang benar, kami orang islam mengatakan bahwa agama yang benar hanya satu, islam. Lain agama
bukan agama saya, lakum dinukum waliayadin (Agamaku agamaku, agamamu agamamu).

Dalam urusan rumah, dalam urusan negara, dalam urusan tetangga kita wajib bertoleransi. Kalau kepada tetangga yang non muslim kita wajib bekerjasama dengan mereka. Seandainya mereka miskin tidak bisa
makan wajib kita bantu. Dosa nek orang ngewangi wong kafir, tetangga kita yang kafir lapar kudu diewangi, ora didongakke mati ! Wis, kafir tak dongakke mati ! dosa malahan.

Itu toleransi boleh Tapi nek toleransi ngisi neng grejo, engkopastur kon ngisi neng mejid jum’atan sisan Pastur yang bernama Muhhammad Ali iku, enek sing ngono. “Lho ndak papa semua agama sama”, lho wong edan to ? Iki seko ulama-ulama sing utekke rusak campur uget- uget, mudheng uget-uget ??? Kuwi nek didokok neng nggon mbanyu kuwi kluthuk suwi neh kluthuk, kuwi rusak wong-wong koyo ngono, ketokke koyo ulama tapi merusak bangsa. Makanya titip-titip ten pondok-pondok yang bagus tempat kyai …

masya Allah.. Di sini ada pondok-pondok yang banyak luar biasa sing teng nggresik. Semua pondok yang di nggresik insya Allah bagus. Sing penting ahlus sunnah wal jama’ah. Ahlus sunnah wal jama’ah yo milih semua orang muslim mukmin itu tidak semuanya
baik. Dikatakan Habib Ali : Min khowasil mu’minin wa tarwihan lil mutaaliqin bihadzan nuril mubin; wong mukmin sing apik itu adalah mukmin yang betul-betul mempunyai rasa cinta mempunyai rasa tasywiq. Opo gringging-gring ging di sini, tasywiq itu kerinduan dengan rasulullah, iki mukmin sing khusus, sing umum ki yo sing ngono-ngono kuwi. Ya kita tidak mendoakan mereka masuk neraka, tidak. Cuman saya heran jaman mbiyen kok ora eneng koyo ngono ki aman malahan.

Tidak ada orang rusak-rusak, jaman sekarang kakean nggaya toleransi, natal kebangsaan, natal bersama. Terus sing ndonga kyai haha : “Ila hadhratin nabi”, iki natal bersama lho iki, “ila hadratin nabi Muhammad Saw”.

Ooo tampar cangkeme, kuwi model opo di depan orang-orang kayak gitu. Ini wong ora waras itu bukan saya. Natal yoben urusane wong natalan dhewe, Ini ini peringatan tiap tahun koyo ngene keadaannya. Tahun muka akan lebi buruk, nanti anak-anak kita suruh mauludan suruh terbangan neng njero grejo. Nanti bakal begitu wong toleransi. Nanti anak-anak kecil kon terbang diundang karo wong neng grejo : tola’al badru alaina, pasture teko iyeee, tola’al badru ??? Piye coba koyo ngono toleransi ? “Ooo itu tidak apa-apa habib, habib ini aja yang kolot”. Kolot piye drun ? akalmu kuwi sing ora cetho. Agama mbok nggo dolanan ngisin-ngisini. Ojo ngaku wong islam ! ojo ngaku kyai nek arep ngono. Nek kowe arep ngono malah ngakuo wong biasa wae ! Ini mulai dirusak, soalnya mau merusak bangsa ini sulit, sing dirusak ulama ulama’e sik. Sing bongso kyai opo habib ngene iki, sing jenggote loro-loro sik. Sing siji ngamukan nggih, sing siji ngamukane ngamukan sing keleru. Ngamuk keleru ki opo ? sing dadi teroris-terosis kuwi lho. Yang satu kelosen ha ha toleransi, nganggo surban, nganggo imamah ; “ladys and gentlemen waaahhh I am you same”. Same opo. “Bahwa kami adalah manusia, tuhan kami dan tuhan anda satu. Kami tidak ada perbedaan dengan anda”. Ndak apa apa memang kafir kok kowe tidak ada perbedaan.

Jangan ngaku islam, opo meneh ngaku GUS ojo. GUS opo GUS gombal kuwi nggih. Ojo ngaku GUS, ojo ngaku habib nek memang koyo ngono. Tutupen wae GUS’e tutupe Habib’e dadio wong sing waras.

Ya Allah Sudah kami Sampaikan…


Artikel Terkait