KUATNYA HUJJAH KEHARAMAN SELAMAT NATAL DAN MENJAGA GEREJA MENURUT MAZHAB SYAFI’I

Shortlink:

Oleh Muhammad Lutfi Rochman
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Yaman (PCINU YAMAN)

Seperti beberapa tahun yang sudah berlalu menjelang akhir tahun bulan Desember selalu ramai di tanah air beberapa oknum yang mengatasnamakan NU berusaha menebar syubhat dikalangan masyarakat awam tentang ucapan selamat natal. Beberapa tokoh yang seharusnya menjadi teladan dan contoh justru mencari beragam dalih dan alasan pembenaran dengan mengkorupsi dalil untuk mengubah fakta haramnya ucapan natal menjadi “boleh” dengan alasan Islam rahmah, Islam toleran, Islam Tasamuh dsb yang sering di gembor- gemborkan kalangan liberal yang sembunyi dibalik nama besar NU. Lebih terlihat “mencari pembenaran” sebagian kalangan mencari alasan dengan kelakuan yang belum tentu syar’I dari beberapa tokoh yang “terlanjur” terkenal. Bahwa agama Islam bukanlah dibangun dengan ketokohan apalagi dizaman yang penuh fitnah ini, tetapi terbangun dengan ‘Hujjah dan Landasan’ yang kuat para ulama salaf terutama para ulama mazhab sebagaimana qonun asas dari Nahdlatul Ulama yang sudah ditetapkan oleh sang pendiri Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari Rahimahullah.

Untuk itu kami mendapat kesempatan bertanya kepada Mufti Mazhab Syafi’iyyah di Tarim Hadramaut Yaman, Salah satunya beliau As Syaikh Muhammad Ali Ba’udhon Asy Syafi’I. Berikut kurang lebih rangkuman percakapan kami tentang keharaman ucapan tahniah hari raya orang kafir.

سألت الشيخ محمد علي باعوضان : ياالشيخ هل تحريم تهنيئة لأعياد الكفار باﻹجماع أو فيه قول بجوازه ؟

فأجاب الشيخ : نعم حرام، فكيف ﻧﻬﻨﺌﻮﻥ ﺑﻌﻴﺪﻫﻢ ؟
أما قول بجوازه ففيه كلام ثاني. فتعجب الشيخ

قلنا : حتي يعتقدون بحلاله هل هم كفر؟ قال نعم

يا الشيخ بعض المسلمين في جاوى يعتادون ﺫﻟﻚ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﺳﻮﻥ ﺍﻟﻜﻨﺎﺋﺲ ﻛﺎﻟﻌﺴﻜﺮ. لو رضيت سنرسل بعض المسائل معك إلي إندونيسيا فاشار برضاه فتعجب مرة ثانية قال نعوذ بالله من ذلك!
بل لا بد من بحث حديث من تشبه بقوم فهو منهم.

Kami bertanya kepada beliau tentang keharaman ucapan tahniah selamat perayaan hari raya kaum kuffar sudah ijma’ atau ada qoul yang membolehkan ?

As syaikh pun terkejut dan meyakinkan keharamannya dan menyatakan agar tidak memperdulikan terhadap perkataan orang yang membolehkan.

Maka kami meminta kerelaan beliau untuk mengirimkan sebagian tanya jawab kepada beliau ke tanah Jawa Indonesia karena sebagian muslimin membiasakan ucapan selamat natal dan bahkan sebagian dari mereka menjaga gereja seperti barisan laskar dengan dalih toleransi.

Maka Syaikh kembali terkejut dan mengucapkan ‘Na’uzdubillah’ dan menegaskan kepada kami agar juga memasukkan pembahasan hadits “Barangsiapa menyerupai suatu kaum (Kafir atau Musyrik) maka dia merupakan bagian dari kaum tersebut”.

Berikut ini kami lampirkan sumber dari kitab mu’tamad mazhab Syafi’I tentang keharaman tahniah hari raya kuffar bahkan para pelakunya berhak mendapat ta’zir (hukuman) dari pemerintahan Islam.

(فرع) يعزر من وافق الكفار في أعيادهم ومن يمسك الحية ومن يدخل النار ومن قال لذمي يا حاج ومن هنأه بعيده ومن يسمي زائر قبور الصالحين حاجا والساعي بالنميمة لكثرة إفسادها بين الناس الخ.

di ambil dari Bab hudud dan Ta’zir dari kitab ulama mazhab Syafi’iyyah sbb:

1. Al allamah Sayyid Alawi bin Ahmad Seggaf Asy Syafi’I dalam kitab Tarsyikh Al Mustafidin khasiyah Fathul Muin yang sangat masyhur di pesantren Indonesia (hal 88 cetakan Darul Fikr).

2. As syekh Sulaiman Al Jamal syarakh al manhaj karangan Syaikh Zakaria Al Anshori yang mendapat gelar Syaikhul Islam dalam mazhab Syafi’I.

As syekh Al Jamal menukil pendapat Imam Al Khalabi dari kitab Khasiyah syarah Al Mahalli alal minhaj kitab Imam An Nawawi dengan menyebutkan ta’zir dari sisi menyerupai orang kafir diperayaan hari raya mereka.

3. As Syekh Abdul Hamid As Syarwani As Syafi’I dalam kitab khasiyah Tukhfah Ala Minhaj karangan Ibnu Hajar Al Haitami yang pendapatnya merupakan rujukan teratas Mutaakhhirin Syafi’iyyah hingga hari ini terutama di wilayah Hijaz, Yaman, Syam, Kurdistan, Dagestan, Dan Semenanjung Asia hingga Indonesia.

4. As Syaikh Syamsuddin Muhammad Khotib As Syirbini dalam kitab Mughni Al Muhtaj. Syekh Khotib adalah murid Ar Romli Al Kabir yang masyhur mendapat gelar Al Walid. Ar Romli As Shogir putra beliau adalah pengarang Kitab Nihayatul Muhtaj yang pendapatnya merupakan rujukan mayoritas pengikut Syafi’iyyah dari Mesir hingga Haromain dan Semenanjung Afrika.

5. As Sayyid Al Bakri Satho dalam kitabnya I’anat At Tholibin Khasiyah Fathul Muin juga mengutip sebagian dari sisi menyerupai orang kafir. (Darul Ihya Turots Al ‘Arobi hal 254 juz 4).

Penutup

Sesudah kami sebutkan dasar dan hujjah yang begitu kuat oleh para ulama kibar mazhab Syafi’I, Maka kami yang faqir ini mengajak kepada kaum muslimin Indonesia yang mayoritas bermazhab Syafi’i terutama Nahdliyyin agar mulai Desember tahun ini untuk berhenti membiasakan kebiasaan haram dan memalukan dengan ikut memeriahkan perayaan hari raya kaum kuffar seperti Natal, Nyepi, Waisyak dsb.

Toleransi yang benar sesuai contoh nabi adalah dengan tidak mengganggu perayaan ibadah mereka dan tetap berpegang teguh dengan Islam dan Ajarannya yang merupakan satu- satunya Diin yang hanya mendapat Ridho Allah SWT. Wallahu Alam

*Penulis Adalah Salah Satu Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Yaman (PCINU YAMAN)

Sumber FP Pondok Pesantren Al – Anshory Tulusrejo Grabag Purworejo


Artikel Terkait