KH Idrus Ramli: Siapa yang Sudah Masuk Islam Hasil Ceramah Gus Nuril di Gereja?

Shortlink:

SIKAP dan pernyataan Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril yang sering membuat kontroversi di tengah masyarakat Islam, dikritisi oleh ulama muda alumni pondok pesantren Sidogiri, KH Idrus Ramli.

Menurut kyai muda asal Pasuruan ini, tindakan Gus Nuril sudah kebablasan dengan rajin berceramah di rumah-rumah ibadah agama lain khususnya di gereja. KH Idrus Ramli atau sering dipanggil Gus Idrus, menilai jika alasan Gus Nuril sering berceramah di gereja dan rumah ibadah agama lain sebagai bagian dari dakwah Islam yang rahmatan lil Alamin, harusnya ada tolok ukur keberhasilan dari dakwahnya tersebut.


“Kalau alasan dia ceramah di gereja untuk berdakwah. Apa yang ia dakwahkan? Terus siapa yang sudah masuk Islam dari hasil dakwahnya ke gereja-gereja itu?” tanya Idrus ketika menjawab pertanyaan Islampos.com beberapa waktu yang lalu.

“Jikapun benar niatnya untuk berdakwah, harusnya beliau jelasin ke para ulama secara terbuka tindakannya tersebut,” Idrus menambahkan.

Ketika ditanya bagaimana tanggapannya tentang penghentian ceramah Gus Nuril di salah masjid yang ada di Jakarta ketika peringatan Maulid Nabi beberapa minggu yang lalu, KH Idrus Ramli menegaskan bahwa isi ceramah Gus Nuril memang tidak tepat dan sangat memprovokasi.

“Sikap Gus Nuril memang tidak tepat, harusnya beliau berceramah sesuai konteks acara saja dan tidak melebar kemana-mana. Ini kan tidak, acara Maulid Nabi tapi isi ceramahnya lain dari tema Maulid Nabi,” tegas ulama muda Nahdhatul Ulama yang juga pakar Syiah ini.

Sosok Nuril Arifin alias Gus Nuril sempat naik daun di media sosial, ketika beredar beberapa videonya di Youtube yang berceramah di gereja memuji-muji Kristen. Tindakannya itu kemudian dikecam keras oleh seorang habib yang menyebut Gus Nuril sebagai ‘Kyai ora waras’.

Nama Nuril Arifin yang juga pimpinan Pasukan Berani Mati Banser ini semakin terkenal ketika dirinya ‘diturunkan paksa’ dan ceramahnya dihentikan oleh panitia acara Maulid Nabi di salah satu masjid yang ada di Jakarta.

Tindakan panitia menghentikan ceramahnya itu karena dianggap isi ceramahnya tidak sesuai konteks tema besar yang diangkat panitai yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW. Gus Nuril ketika itu lebih banyak berceramah dengan menyerang pihak lain sehingga panitia memutuskan untuk menghentikan ceramahnya.[fq/islampos]


Artikel Terkait