Bedah Buku “Membongkar Kedok Liberal Dalam Tubuh NU”, Kyai Liberal Tak Datang

Shortlink:

Membongkar Kedok Liberal Dalam Tubuh NU
KH. Muhammad Najih adalah ulama pemberani penulis buku fenomenal “Membongkar Kedok Liberal Dalam Tubuh NU”. Beliau selalu menyatakan bahwa buku ini di tulis secara ilmiah maka beliau juga mempersilahkan bagi siapapun yang tidak terima dan gerah harus juga menyanggahnya secara ilmiah.

Di kisahkan bahwa sebuah kampus ternama pernah mengundang Gus Najih untuk mempertanggung jawabkan isi buku tersebut. Pihak kampus juga mengundang Said Agil sebagai Ketum PBNU agar terjadi dialog secara fair. Namun Said Agil tidak datang padahal Gus Najih sudah siap mempertanggung jawabkan isi buku tersebut secara ilmiah. Mungkin karena memang Said Agil tidak berani ilmiah :)

KH. Muhammad NajihYahya Staquf keponakan Gus Mus juga ikut resah karena Gus Mus masuk dalam daftar tokoh liberal. Dalam website “terong gosong” yang di kelolanya dia menyatakan bahwa tidak adil menjadikan Gus Mus sebagai tokoh liberal dengan alasan beliau mertua Ulil Abshor. Yahya pun protes kenapa Gus Mus berada dalam urutan no pertama.

Kenyataannya dalam buku tersebut, Gus Najih memasukkan Gus Mus dalam daftar tokoh liberal bukan karena dia mertua Ulil Abshor, Namun memang karena Gus Mus menyebarkan secara terang -terangan paham liberal di berbagai media massa secara terbuka dan di umumkan. Seperti pembelaanya terhadap aliran sesat Ahmadiyah dan membolehkan doa lintas agama dengan mengkorupsi dalil doa mubahalah. Doa tantangan mubahalah yang di lakukan oleh Nabi Muhammad dengan orang kafir Quraish yang berarti doa saling laknat justru di pelesetkan sebagai dalil untuk membolehkan keharaman doa lintas agama. artikel dan wawancara Gus Mus itu di sebarkan di berbagai media cetak dan elekronik. JELAS, ini bukan membuka Aib namun Gus Mus sendiri yang mempertontonkan aibnya sebagai seorang tokoh Agama.

Dan sikap Gus Najih yang membentengi aqidah terutama kalangan awam dari fatwa menyimpang tokoh liberal yang di sebarkan di berbagai media cetak dan elektronik ADALAH SIKAP BENAR sebagai pengamalan amar ma’ruf nahi mungkar. DAN HANYA ORANG YANG BUTA MATA HATINYA yang ngotot menyebutnya membuka aib karena sejatinya para tokoh liberal sendiri yang membuka aib mereka sendiri dengan jalan menciderai ajaran Islam yang LURUS. Terkhusus Qonun Asasi NU yang merupakan representasi ASWAJA di bumi nusantara. Wallahu Alam.


Artikel Terkait