BEDA DAKWAH HABIB UMAR DI GEREJA DAN PEMURTADAN NURIL ARIFIN DI GEREJA

Shortlink:

Untuk membela Nuril Arifin beberapa fp dan akun menyebarkan kembali foto Habib Umar Bin Hafidz bersama para pendeta dan menyembunyikan apa yang sebenarnya di lakukan oleh Habib Umar.

Untuk membela Nuril Arifin beberapa fp dan akun menyebarkan kembali foto Habib Umar Bin Hafidz bersama para pendeta dan menyembunyikan apa yang sebenarnya di lakukan oleh Habib Umar.

Oleh NU Garis Lurus

Untuk membela Nuril Arifin beberapa fp dan akun menyebarkan kembali foto Habib Umar Bin Hafidz bersama para pendeta dan menyembunyikan apa yang sebenarnya di lakukan oleh Habib Umar. Untuk membongkar kebusukan argumen mereka kami akan kutip perjalanan dakwah Habib Umar di Eropa yang akhirnya membuat beliau masuk gereja. Berikut cerita yang pernah di kutip web resmi Majelis Rasulullah www.majelisrasulullah.org

Di Jerman Guru Mulia menyampaikan tausiah di salah sebuah forum, hadir diantaranya seorang missionaris nasrani yang mencuri dengar, lalu melaporkannya pada pimpinan gereja yaitu gurunya, maka pendeta besar mengundang guru mulia untuk datang ke gereja dan menyampaikan tausiyah, seakan tantangan sekaligus pelecehan, kau yang berbicara kerukunan ummat beragama, apa berani masuk gereja?

Ternyata Guru Mulia setuju, datang, dan minta izin shalat di gereja, sudah kita fahami dari seluruh madzhab sebagian mengatakan makruh, sebagian mengatakan haram, namun sebagian mengatakan boleh jika diharapkan akan diubah menjadi masjid, Selepas beliau menyampaikan tausiah, maka pimpinan pendeta ditanya : bagaimana
pendapatmu terhadap islam?, maka ia menjawab : aku benci islam, namun aku cinta pada orang ini, maka guru mulia menjawab : jika kau mencintaiku akan datang waktunya kau akan mencintai islam…

Lalu guru mulia ditegur, bagaimana melakukan shalat di gereja?, beliau menjawab : aku melakukannya karena aku tahu tempat ini akan menjadi masjid kelak..

Lalu kami bertanya, apa yang membuat guru mulia masih didalam bandara?, beliau ditahan dan dipersulitkah?, lalu putra mulia menjawab :
ayahanda asyik dengan mereka, mereka tidak tahu islam dan mau minta kejelasan, justru ayahanda senang dan duduk dengan mereka member tausiyah dan penjelasan pada staf imigrasi change airport tentang indahnya islam,
mereka yang awalnya curiga dan ingin interogasi, justru menjadi pendengar setia dan terlalu asyik duduk mendengar penyampaian lemah lembut beliau hingga menghabiskan waktu 90 menit..!

***

Lihatlah !!! Bahwa yang dilakukan Habib Umar adalah berdakwah mengenalkan Islam bahkan Habib Umar justru melaksanakan Sholat sebagai Syiar Islam seraya tetap mengindahkan hukum fiqh sholat di dalam Gereja.

Lalu bagaimana mungkin di samakan dengan kelakuan Nuril yang ceramah memuji kristen pada Hari Raya Natal ?! Menyebut GP Anshor lebih Nashroni dari orang Nashrani ?! Bahkan tanpa sungkan menyanyikan Malam Kudus ?! Sungguh bukan dakwah tetapi pemurtadan dan 180% berbalik dari dakwah Al Habib Umar Bin Hafidz !!!

Nuril nyanyi di gereja

Nuril nyanyi di gereja

Sebagaimana di lansir TRIBUNJATENG.COM DR. KH. Nuril Arifin, M.BA yang akrab disapa Gus Nuril Di sela-sela materinya, Gus Nuril juga mengajak bernyanyi bersama para hadirin lagu Natal yakni “Malam Kudus” yang diiringi dengan alunan musik.

“Lagu ini tidak semuanya saya nyanyikan, karena banyak para pendeta yang keberatan dengan suara saya,” katanya, seraya tersenyum lebar seperti di kutip suaramerdeka.com.
[Video] KH DR Nuril Arifin – Malam Kudus http://m.youtube.com/watch?v=wNjiqx3g65o

Sumber: Gus Nuril Ajak Prajurit Nyanyi Malam Kudus di Makodam Diponegoro http://jateng.tribunnews.com/…/gus-nuril-ajak-prajurit-nyan…
Kodam IV Gelar Natal Bersama Prajurit TNI dan Polisi
http://berita.suaramerdeka.com/kodam-iv-gelar-natal-bersam…/

Mari renungkan Ayat لا إكراه في الدين secara sempurna biar tidak salah paham:

Dalam kitab Tafsir Jalalain di sebutkan :

: ﻵ ﺇِﻛْﺮَﺍﻩَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪﻳﻦ. ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻓﻴﻪ. ﻗَﺪ ﺗَّﺒَﻴَّﻦَ ﺍﻟﺮﺷﺪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻐﻲ .
ﺃﻱ ﻇﻬﺮ ﺑﺎﻵﻳﺎﺕ ﺍﻟﺒﻴﻨﺎﺕ ﺃﻥ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺭﺷﺪ ﻭﺍﻟﻜﻔﺮ ﻏﻲّ ﻧﺰﻟﺖ ﻓﻴﻤﻦ
ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﺃﻭﻻﺩ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﻜﺮﻫﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ

(Tidak ada paksaan dalam agama), maksudnya untuk memasukinya. (Sesungguhnya telah nyata jalan yang benar dari jalan yang salah), artinya telah jelas dengan adanya bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang kuat bahwa keimanan itu berarti kebenaran dan kekafiran itu adalah kesesatan.

Firman Allah:

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺘَﻎِ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﺩِﻳﻨًﺎ ﻓَﻠَﻦْ ﻳُﻘْﺒَﻞَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳﻦَ

(maksudnya): “Dan sesiapa yang mencari selain Islam sebagai agamanya, maka sama sekali tidak diterima daripadanya dan dia di akhirat nanti termasuk dalam kalangan mereka yang rugi”. (Surah Ali-‘Imran, ayat 85).

Ihdinas Sirotholmustaqim Wa Hasbunallah Wa Nikmal Wakiil.


Artikel Terkait